Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tangis Pecah di Dolok Sigompulon! Pelajar MTs Ditemukan Tak Bernyawa Usai Hanyut di Sungai Bilah

Johan Panjaitan • Selasa, 24 Maret 2026 | 14:45 WIB

 

Orang hanyut. (ilustrasi)
Orang hanyut. (ilustrasi)

PALUTA, Sumutpos.jawapos.com– Suasana duka menyelimuti tepian Sungai Bilah, Desa Sayurmatinggi, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara. Pahri Ritonga, pelajar kelas 3 MTs yang sebelumnya dilaporkan hanyut, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa (24/3/2026) pagi.

Peristiwa tragis ini bermula pada Senin siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Pahri bersama sejumlah rekannya datang ke sungai untuk berenang. Keceriaan yang semula mewarnai aktivitas mereka mendadak berubah menjadi kepanikan, ketika korban terseret arus yang tampak tenang namun menyimpan kekuatan mematikan.

Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat Pahri tak mampu diselamatkan dan perlahan menghilang dari permukaan air.

Baca Juga: Proyek Gardu Listrik RSUD Djoelham Dibekukan Mendadak, Aroma Dugaan Intervensi dan Pelanggaran Menguat

Kabar hilangnya korban segera menyebar ke warga. Pencarian pun dilakukan secara spontan oleh masyarakat setempat bersama aparat desa, dibantu personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Hingga malam hari, upaya penyisiran terus dilakukan, namun belum membuahkan hasil.

Memasuki hari kedua, pencarian dilanjutkan sejak pagi oleh tim gabungan. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban akhirnya ditemukan mengapung tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan hanyut.

“Korban ditemukan sekitar 10 meter dari titik awal kejadian,” ujar seorang saksi di lokasi.

Jenazah Pahri kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Godung Holbung. Kepergian remaja tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Dikenal sebagai anak yang baik dan ramah, Pahri menjadi sosok yang kehilangan besar bagi lingkungan sekolah maupun desa.

Baca Juga: Demi Garuda! Beckham Putra Tunda Mudik, Skuad Timnas Indonesia Siap Tempur di FIFA Series 2026

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di aliran sungai, terutama bagi anak-anak. Di balik ketenangan permukaan air, arus Sungai Bilah menyimpan risiko yang tak boleh diabaikan.

Kini, Sungai Bilah kembali tenang. Namun bagi keluarga dan warga, peristiwa ini akan terus membekas sebagai luka yang mendalam.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#hanyut #pelajar #sungai bilah #mts