Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

SPPG Portibi Hadungdung: Dari Dapur Gizi Menuju Lumbung Generasi Emas dan Penggerak Ekonomi Desa

Johan Panjaitan • Senin, 30 Maret 2026 | 16:00 WIB

Wakil Bupati H. Basri Harahap meresmikan Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG) Portibi Hadungdung di Desa Hadungdung. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)
Wakil Bupati H. Basri Harahap meresmikan Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG) Portibi Hadungdung di Desa Hadungdung. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)

PALUTA, Sumutpos.jawapos.com-Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menancapkan tonggak penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Senin (30/3/2026), Wakil Bupati H. Basri Harahap meresmikan Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG) Portibi Hadungdung di Desa Hadungdung—sebuah inisiatif yang melampaui fungsi dapur umum, menjelma menjadi instrumen strategis melawan stunting sekaligus menggerakkan ekonomi desa.

Mengusung visi “Menuju Generasi Emas, Sehat, dan Cerdas”, SPPG ini dirancang sebagai garda terdepan dalam memastikan asupan gizi berkualitas bagi kelompok rentan—mulai dari anak usia PAUD hingga pelajar, termasuk ibu hamil dan balita. Program ini menjadi jawaban konkret atas tantangan kronis yang selama ini menghambat kualitas generasi masa depan.

Baca Juga: Polres Nias Selatan Tunjukkan Empati, Serahkan Peti Jenazah di Rumah Duka Warga Hilisamaetano

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Basri Harahap menegaskan bahwa SPPG mengemban dua misi utama yang saling terkait: menciptakan generasi cerdas melalui gizi terukur dan mendorong kesejahteraan masyarakat lewat perputaran ekonomi lokal.

“Tugas kita jelas: mencerdaskan anak-anak melalui asupan gizi yang tepat, sekaligus memastikan masyarakat sekitar ikut sejahtera dari aktivitas ekonomi yang tercipta,” ujarnya tegas.

Komitmen tersebut diperkuat dengan penekanan pada tata kelola profesional. Pengoperasian SPPG tidak dibiarkan berjalan seadanya, melainkan wajib mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Keterlibatan tenaga ahli gizi bersertifikat dan dukungan manajemen keuangan yang akuntabel menjadi syarat mutlak.

“Ini menyangkut masa depan bangsa. Tidak boleh ada ruang untuk pengelolaan yang asal-asalan,” kata Basri.

Lebih dari sekadar pusat distribusi makanan, SPPG Portibi Hadungdung juga dirancang sebagai simpul ekonomi sirkular. Seluruh kebutuhan bahan baku diwajibkan bersumber dari petani lokal. Sayuran hingga buah-buahan harus dibeli langsung dari masyarakat desa setempat—sebuah langkah strategis untuk memastikan manfaat ekonomi dirasakan secara langsung oleh warga.

“Kita punya sumber daya yang melimpah. Sudah saatnya hasil panen masyarakat kita menjadi tulang punggung program ini,” tambahnya.

Baca Juga: WOM Finance Gelar RUPST dan RUPSLB Tahun 2026

Camat Portibi, Julpikar Harahap, MM., menyebutkan bahwa kehadiran SPPG merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya akan terasa dalam dua dekade ke depan. Menurutnya, kesehatan fisik dan kecerdasan intelektual adalah fondasi utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Langkah hari ini adalah bekal untuk 20 tahun mendatang. Kita ingin anak-anak Portibi tumbuh sebagai generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Peresmian ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Dr. Patuan Rahmat Syukur P. Hsb, jajaran pimpinan OPD, unsur TNI/Polri, serta para kepala desa se-Kecamatan Portibi—menandai kuatnya sinergi lintas sektor dalam membangun masa depan daerah.

Dengan pendekatan terintegrasi antara kesehatan dan ekonomi, SPPG Portibi Hadungdung tidak hanya menjadi simbol kepedulian pemerintah, tetapi juga fondasi nyata bagi lahirnya generasi emas dari desa. (mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ekonomi desa #portibi #SPPG #Padang Lawas Utara