MEDAN, SUMUT POS- Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, menyampaikan laporan rekapitulasi pelaksanaan Posko Induk Angkutan Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026. Laporan tersebut mencakup pergerakan seluruh moda transportasi hingga periode H+7 atau 28 Maret 2026.
Yuda menjelaskan, secara umum terjadi peningkatan mobilitas masyarakat pada sejumlah moda transportasi, terutama angkutan udara, kereta api, dan angkutan jalan, meskipun beberapa sektor seperti angkutan laut mengalami penurunan.
“Secara umum, pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini berjalan dengan baik. Beberapa moda menunjukkan peningkatan signifikan, yang mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik,” ujar Yuda saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Senin (30/3/2026).
Pada sektor angkutan udara, tercatat total penerbangan pada 2026 mencapai 2.977 flight, meningkat 9,33 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebanyak 2.723 flight. Sementara jumlah penumpang juga mengalami kenaikan sebesar 4,32 persen, dari 407.043 orang menjadi 424.641 orang.
Puncak arus mudik terjadi pada H-2 dengan jumlah 193 penerbangan, sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+3 dengan 202 penerbangan dan jumlah penumpang mencapai 31.029 orang.
Berbeda dengan angkutan udara, sektor angkutan laut justru mengalami penurunan. Jumlah penumpang tercatat turun 28,60 persen dari 29.863 orang pada 2025 menjadi 21.323 orang pada 2026.
Puncak arus mudik terjadi pada 14 Maret 2026 dengan jumlah 5.045 penumpang, sedangkan puncak arus balik pada 22 Maret 2026 dengan 3.646 penumpang.
“Penurunan pada angkutan laut menjadi catatan penting bagi kami untuk dilakukan evaluasi ke depan,” kata Yuda.
Untuk angkutan kereta api, jumlah penumpang mengalami kenaikan sebesar 4,35 persen, dari 365.632 orang pada 2025 menjadi 381.534 orang pada 2026. Puncak arus balik tercatat pada H+3 dengan 29.185 penumpang.
Sementara itu, pada penyeberangan Sibolga–Kepulauan Nias, jumlah pelayaran meningkat dari 65 menjadi 71 trip atau naik sekitar 9,23 persen. Namun jumlah penumpang justru turun signifikan sebesar 36,76 persen, dari 23.711 orang menjadi 14.996 orang.
Adapun kendaraan roda dua yang menyeberang mengalami kenaikan 3,25 persen menjadi 1.302 unit, sedangkan kendaraan roda empat turun 8,85 persen menjadi 1.587 unit.
Lonjakan signifikan terjadi pada angkutan jalan. Jumlah armada meningkat 42,24 persen dari 3.513 unit menjadi 4.997 unit. Sementara jumlah penumpang melonjak hingga 89,09 persen, dari 39.806 orang menjadi 75.289 orang.
Puncak arus mudik terjadi pada H-3, sedangkan puncak arus balik terjadi pada 25 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 5.149 orang.
Pergerakan kendaraan di sejumlah ruas tol di Sumatera Utara menunjukkan tren yang bervariasi. Beberapa ruas seperti Medan–Binjai dan Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi mengalami peningkatan, sementara ruas lain mengalami sedikit penurunan.
Misalnya, ruas Medan–Binjai mencatat kenaikan 2,71 persen menjadi 834.411 kendaraan. Sementara Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi meningkat 10,90 persen menjadi 672.576 kendaraan.
Dari sisi keselamatan, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan signifikan. Jumlah kejadian turun 29,84 persen dari 191 kasus pada 2025 menjadi 134 kasus pada 2026.
Korban meninggal dunia juga menurun 26,53 persen dari 49 orang menjadi 36 orang. Korban luka ringan turun 10,48 persen, meskipun korban luka berat sedikit meningkat 3,85 persen.
Namun demikian, kerugian material justru mengalami kenaikan sebesar 8,01 persen menjadi Rp560,25 juta.
“Penurunan angka kecelakaan ini menunjukkan bahwa upaya pengamanan dan pengawasan selama periode Lebaran berjalan cukup efektif,” ujar Yuda.
Yuda menambahkan, terdapat beberapa data penyeberangan di kawasan Danau Toba yang belum dapat dilaporkan secara lengkap. Hal ini disebabkan masih adanya kekurangan data dari sejumlah lintasan, seperti Ambarita–Ajibata, Tomok–Ajibata, hingga Muara–Sipinggan pada tanggal tertentu.
“Kami masih menunggu kelengkapan data dari beberapa lintasan penyeberangan di Danau Toba. Nantinya akan kami perbarui dalam laporan berikutnya,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, Dinas Perhubungan Sumatera Utara menilai pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar, meskipun tetap terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi untuk peningkatan layanan di masa mendatang.(san/ram)
Editor : Juli Rambe