Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dari Balik Jeruji ke Lahan Produktif: Warga Binaan Rutan Sidikalang Panen Kubis

Johan Panjaitan • Selasa, 31 Maret 2026 | 16:45 WIB

Kepala Rutan Kelas IIB Sidikalang, Loviga Sembiring dan jajaran diabadikan saat panen raya kubis hasil program kemandirian warga binaan, Selasa (31/3/2026). (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Kepala Rutan Kelas IIB Sidikalang, Loviga Sembiring dan jajaran diabadikan saat panen raya kubis hasil program kemandirian warga binaan, Selasa (31/3/2026). (ISTIMEWA/SUMUT POS)

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Di balik tembok Rumah Tahanan Kelas IIB Sidikalang, sebuah narasi berbeda tengah tumbuh—tentang harapan, kemandirian, dan perubahan. Selasa (31/3/2026), lahan pertanian di lingkungan rutan itu memanen hasil kerja kolektif warga binaan: kubis segar dari program pembinaan kemandirian.

Panen tersebut menjadi bagian dari Panen Raya Pemasyarakatan 2026, sebuah program yang tidak sekadar menanam tanaman, tetapi juga menanam keterampilan hidup bagi para warga binaan.

Kegiatan dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas IIB Sidikalang, Loviga Sembiring, bersama jajaran, termasuk Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Brema Barus. Seluruh staf turut turun ke lapangan, mencerminkan sinergi dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang produktif.

“Ini bukan sekadar panen, tetapi bukti nyata keberhasilan pembinaan kemandirian warga binaan,” ujar Loviga.

Baca Juga: 44 Aduan THR Masuk ke Disnaker Sumut, Proses Mediasi Masih Berjalan

Menurutnya, komoditas kubis yang dipanen menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Di balik hasil tersebut, ada proses panjang—mulai dari penyemaian, perawatan, hingga panen—yang melibatkan warga binaan secara aktif.

Lebih dari Sekadar Program

Program ini melampaui sekadar aktivitas pertanian. Ia menjadi medium pembelajaran keterampilan agribisnis yang konkret dan aplikatif. Warga binaan tidak hanya diajak bekerja, tetapi juga memahami proses produksi pangan yang bernilai ekonomi.

“Kami ingin mereka memiliki bekal saat kembali ke masyarakat. Ilmu ini bisa menjadi jalan untuk mandiri,” lanjut Loviga.

Pendekatan ini menegaskan fungsi pemasyarakatan yang lebih luas: bukan hanya pembinaan hukum, tetapi juga pemberdayaan manusia.

Pemanfaatan lahan tidur di lingkungan rutan menjadi lahan produktif menjadi salah satu capaian penting. Dari ruang yang sebelumnya pasif, kini tumbuh komoditas pangan yang tidak hanya bernilai konsumsi, tetapi juga ekonomi.

Baca Juga: Aliran Dana Terkuak, Kasus Korupsi Ketapangtan Binjai Berpotensi Seret Nama Baru

Program agribisnis ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam skala kecil, apa yang dilakukan di Rutan Sidikalang menjadi potret bagaimana institusi pemasyarakatan dapat berkontribusi pada isu strategis nasional.(rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kubis #Rutan Sidikalang #panen #warga binaan