Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Solidaritas Pomparan Raja Silahisabungan, Dari Abu Kebakaran Lahir Rumah Harapan

Johan Panjaitan • Rabu, 8 April 2026 | 20:21 WIB
BERSAMA: Pengurus PPRS Siantar sekitarnya foto bersama dengan korban kebakaran sesaat acara penyerahan kunci pembangunan rumah selesai. (PRA EVASI/SUMUT POS)
BERSAMA: Pengurus PPRS Siantar sekitarnya foto bersama dengan korban kebakaran sesaat acara penyerahan kunci pembangunan rumah selesai. (PRA EVASI/SUMUT POS)

 

SIANTAR, Sumutpos.jawapos.com-Duka akibat kebakaran yang meluluhlantakkan sebuah rumah di Jalan Bahkora, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat, kini berganti haru. Di atas puing-puing yang tersisa sejak 18 Februari 2026, berdiri kembali sebuah rumah permanen—simbol nyata solidaritas dan kepedulian keluarga besar Punguan Pomparan Raja Silahisabungan (PPRS) Siantar dan sekitarnya.

Rumah tersebut milik Tional Boru Samosir (84), yang sebelumnya harus bertahan di tenda darurat bersama anak dan cucunya setelah api menghanguskan tempat tinggal mereka. Kondisi itu segera mengetuk nurani keluarga besar PPRS.

Tak menunggu lama, Ketua PPRS Siantar dan sekitarnya Jhon Hugo Silalahi bersama Sekretaris Jenderal Dapotan Silalahi turun langsung ke lokasi sehari setelah kejadian. Dari sana, keputusan diambil: membangun kembali rumah korban melalui gotong royong donasi keluarga besar.

Baca Juga: MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi panggilan kekeluargaan. Kami ikut merasakan duka yang dialami,” ujar Jhon Hugo.

Gerakan solidaritas itu pun mengalir cepat. Dalam waktu sekitar satu bulan, donasi yang terkumpul mencapai Rp82 juta—seluruhnya berasal dari kontribusi sukarela keluarga besar, termasuk dari jaringan Toga Raja Doloksaribu Indonesia di berbagai daerah.

Dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk membangun rumah permanen yang kini telah rampung. Penyerahan kunci dilakukan secara sederhana pada Selasa (7/4/2026), menandai berakhirnya masa sulit yang sempat menyelimuti keluarga korban.

Di momen itu, rasa haru tak terbendung dari Tional Boru Samosir.
“Terima kasih atas perhatian dan kasih dari keluarga besar. Semoga semua diberkati,” ucapnya lirih.

Sekjen PPRS, Dapotan Silalahi, menegaskan bahwa bantuan ini murni dari donasi, tanpa menggunakan kas organisasi. Ia menyebut aksi ini sebagai wujud nyata nilai gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga: Tekanan Global Menguat, Pemerintah Kunci Stabilitas Pasar Kerja

Lebih dari itu, ini bukan kali pertama PPRS bergerak. Pada 2024, komunitas yang sama juga membangun rumah bagi korban kebakaran dari marga Haloho—menegaskan konsistensi solidaritas lintas waktu.

Namun di balik kisah kepedulian ini, terselip catatan kritis. Dapotan berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Pematangsiantar, dapat lebih hadir dalam membantu korban kebakaran ke depan.

“Dari peristiwa ini, tidak ada bantuan material dari pemerintah. Harapannya, ke depan ada perhatian nyata, terutama untuk pembangunan kembali rumah warga,” tegasnya.(pra/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pprs #donasi #rumah #korban kebakaran