SERDANG BEDAGAI, Sumutpos.jawapos.com – Komitmen peningkatan kualitas layanan publik kembali ditegaskan Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Jhon Sitepu. Senin (13/4/2026), ia turun langsung meninjau titik-titik krusial pelayanan di Mapolres Sergai—mulai dari Call Center 110, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), hingga penjagaan Samapta.
Kegiatan diawali dengan apel pagi pukul 08.00 WIB, sebelum Kapolres bersama Wakapolres dan jajaran pejabat utama melakukan inspeksi menyeluruh sekitar pukul 09.00 WIB. Peninjauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari evaluasi konkret terhadap kesiapan sistem layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Baca Juga: Reski Basyah Rombak Pejabat, Kirim Sinyal Keras: Kerja atau Tersingkir
Di ruang Call Center 110, Kapolres menemukan sejumlah aspek teknis yang perlu segera dibenahi. Mulai dari pencahayaan ruang server yang belum optimal, kebutuhan CCTV untuk pengawasan, hingga pengadaan perangkat komunikasi seperti handy talkie (HT) rig. Fasilitas dasar seperti dispenser air minum pun tak luput dari perhatian—detail kecil yang mencerminkan standar kerja profesional.
Bergeser ke SPKT, sorotan tertuju pada kendaraan dinas yang membutuhkan perawatan. Kondisi armada yang prima dinilai krusial agar respons terhadap laporan masyarakat tidak terhambat oleh kendala teknis.
Sementara di sektor penjagaan Samapta, Kapolres menginstruksikan penguatan sistem pengawasan melalui pemasangan CCTV dan monitor. Ia juga mengusulkan penataan ulang ruang kerja, termasuk relokasi ruang Kasat Samapta agar fungsi pengawasan (Pawas/Padal) dapat berjalan lebih efektif.
Melalui Plt Kasi Humas IPTU L. B. Manullang, Kapolres menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari evaluasi rutin yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.
“Seluruh kebutuhan personel dan sarana prasarana harus terpenuhi. Tujuannya jelas: memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tanpa hambatan,” tegasnya.
Baca Juga: Awas! Bagian Kamar Hotel Ini Rawan jadi Sarang Kuman
Langkah ini mencerminkan pendekatan presisi—tidak hanya menuntut kesiapan personel, tetapi juga memastikan dukungan fasilitas berjalan seiring. Di tengah ekspektasi publik yang kian tinggi, pembenahan detail menjadi kunci menjaga kepercayaan.
Peninjauan langsung oleh pimpinan menjadi sinyal bahwa peningkatan layanan bukan sekadar slogan. Dengan membenahi aspek teknis hingga tata ruang kerja, Polres Sergai berupaya membangun sistem yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel.
Pada akhirnya, kualitas pelayanan kepolisian diukur dari kecepatan merespons, ketepatan bertindak, dan kenyamanan masyarakat saat mengakses layanan. Dan dari langkah ini, Polres Sergai menunjukkan arah yang jelas: menghadirkan pelayanan yang bukan hanya hadir, tetapi benar-benar bekerja.(fad/han)
Editor : Johan Panjaitan