Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ijeck Mundur Jadi Ketua HDCI Sumut, Serahkan Jabatan ke Tengku Rinel

Juli Rambe • Senin, 27 April 2026 | 11:30 WIB
MUSDA: Musyawarah Daerah (Musda) Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Provinsi Sumatera Utara digelar di Hotel Pancur Gading, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (25/4/2026). (Dok: istimewa)
MUSDA: Musyawarah Daerah (Musda) Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Provinsi Sumatera Utara digelar di Hotel Pancur Gading, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (25/4/2026). (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Musyawarah Daerah (Musda) Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Provinsi Sumatera Utara digelar di Hotel Pancur Gading, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (25/4/2026).

Pada Musda ini, Ketua HDCI Sumut Musa Rajekshah pamit undur diri dari jabatannya. Estafet pimpinan HDCI Sumut kini dinakhodai oleh Tengku Rinel.

Kemudian, HDCI Kota Medan dipimpin oleh Musa Arjianshah dan Kabupaten Deliserdang dijabat oleh Simon.

Baca Juga: Tim Thomas Cup 2026 Indonesia Kalahkan Thailand 3- 2

"Saya pamit dari jabatan Ketua HDCI Sumut. Saya tidak meninggalkan HDCI, tetapi hanya jabatan yang saya tinggalkan. Semangat masih terus membara bersama HDCI," kata Musa Rajekshah.

Pria yang karib disapa Ijeck ini menjabat sebagai Ketua HDCI Sumut sejak tahun 1999 hingga 2026. Ijeck mengatakan, saat ini tidak lagi bisa mengontrol organisasi motor HDCI, karena kesibukannya sebagai Anggota DPR RI.

Ada banyak tugas penting yang berkaitan dengan masyarakat harus dilakukan, kata Ijeck semangat dan kepedulian tetap melekat di HDCI.

"Saya juga menyadari saya sudah tidak banyak waktu untuk mengurusi hal lain bahkan HDCI tidak terfokuskan. Tidak menjadi ketua bukan berarti berarti meninggalkan HDCI. Setiap organisasi perlu namanya regenerasi," jelasnya. 

Selama Ijeck memimpin HDCI Sumut memiliki aturan yang ketat. Jikalau ada 

kader yang tidak tertib dan melanggar aturan organisasi, dirinya tidak pandang bulu, dan langsung mengeluarkan oknum tersebut.

"Kita harus ada ketegasan berorganisasi kalau ada anggota yang tidak tertib dengan organisasi langsung kita keluarkan," kata dia.

Menurut Ijeck, hobi motor bukan berarti membeda-bedakan jenis kendaraannya. Setiap pengendara harus saling bersilaturahmi, karena motoran indentik dengan salam satu aspal.

"Organisasi berjalan dengan baik. Tidak mau dianaktirikan, kita naik motor sama-sama hujan dan panas, mau motornya motor tua atau terbaru," ungkapnya.

Apalagi, kata Ijeck HDCI Sumut, tidak harus memiliki motor Harley-Davidson untuk bergabung. Pasalnya, ia menerapkan prinsip untuk saling bersilaturahmi sesama organisasi motor.

"Kami dia Sumut, tidak mesti Harley motornya, yang penting sepeda motor, tetapi CC harus 400, agar dapat mengimbangi laju kendaraan saat diaspal," jelasnya.

Kepada seluruh anggota HDCI, Ijeck juga selalu menekankan agar menjaga ketertiban saat konvoi dengan motor gede.

"Kepada seluruh kawan-kawan bikers agar menjaga ketertiban berlalu lintas dan menghargai para pengguna jalan lainnya. Harus menjadi pelopor keselamatan berkendara," ucapnya.

Bahkan, Ijeck mengatakan, dulu sewaktu aktif touring dengan Harley Davidson, kerap melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat. Baik itu memberikan bantuan sembako, bahkan membangun sarana dan prasarana di daerah-daerah.

"Dulu banyak senang motoran, kita touring selalu kegiatan sosial membantu masyarakat. Begitulah perjalanan waktu sampai dengan saat ini," ungkapnya.

Ia berharap, di bawah komando Tengku Rinel, HDCI Sumut dapat lebih berkembang dan tidak melupakan prinsip dasar berorganisasi.(san/ram)

Editor : Juli Rambe
#HDCI Sumut #Teuku Rinel ketua HDCI Sumut #musa rajekshah