Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bayi Tiga Minggu Tewas dengan Luka Lebam, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan

Johan Panjaitan • Jumat, 1 Mei 2026 | 16:00 WIB
Warga berbondong-bondong melihat tewasnya bayi berusia tiga Minggu di Puskesmas Batang Kuis,diduga bayi tersebut tewas tidak wajar.(Batara/Sumut Pos)
Warga berbondong-bondong melihat tewasnya bayi berusia tiga Minggu di Puskesmas Batang Kuis,diduga bayi tersebut tewas tidak wajar.(Batara/Sumut Pos)

 

LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com- Kematian seorang bayi perempuan berusia tiga minggu di Desa Batang Kuis Pekan, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, memicu keprihatinan sekaligus tanda tanya besar. Bayi tersebut diduga meninggal secara tidak wajar, dengan sejumlah lebam ditemukan di tubuhnya saat dibawa ke fasilitas kesehatan, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Bayi malang itu merupakan anak pertama dari pasangan muda. Sang ibu diketahui berinisial L (21), sementara identitas ayahnya belum terungkap. Keduanya datang ke Puskesmas Batang Kuis dengan kondisi bayi yang sudah tidak bernyawa.

Kepala Puskesmas Batang Kuis, drg. Hulwani, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menaruh kecurigaan saat melihat kondisi fisik korban. Selain telah meninggal dunia, ditemukan tanda-tanda lebam yang dinilai tidak lazim pada tubuh bayi.

Baca Juga: Sosok GS Diduga Menjual Nama Kando Dalam Mengatur Tender di Pertamina

“Orang tuanya membawa bayi dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kami melihat ada lebam-lebam di tubuhnya, sehingga kami merasa perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami kemudian berkoordinasi dengan perangkat desa dan melaporkan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Diketahui, bayi tersebut lahir pada 7 April 2026 dan merupakan anak pertama pasangan tersebut. Namun, detail mengenai penyebab lebam dan kematian masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Camat Batang Kuis, Beni Haryanto Tambunan, mengatakan pihak pemerintah setempat terus memantau perkembangan kasus ini melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan aparat penegak hukum. Informasi awal menyebutkan orang tua bayi berasal dari Pekanbaru dan saat ini berdomisili di Batang Kuis Pekan.

“Puskesmas merasa ada kejanggalan, lalu berembuk dengan pihak desa dan memanggil kepolisian. Selanjutnya, Polsek Batang Kuis bersama tim Inafis Polresta Deliserdang turun untuk melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Baca Juga: Pikiran Rakyat Gandeng SPS Aceh Bangun Gedung Kegiatan Masyarakat untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis, Ipda Tabi’ul Hidayat, membenarkan adanya dugaan kematian tidak wajar tersebut. Ia menyebut kasus ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Deliserdang.

“Begitu menerima informasi, kami langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan Unit PPA untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Meski bayi telah dimakamkan, proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kematian. Aparat kepolisian mendalami kemungkinan adanya unsur kekerasan, termasuk dugaan penganiayaan.(btr/han)

Editor : Johan Panjaitan
#tewas #penganiayaan #deliserdang #bayi