STABAT, SUMUT POS- Bustami (55) terkejut saat menemukan ranjau darat yang diduga masih aktif saat berladang di samping rumahnya, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Tanjungpura, Langkat. Sontak, temuan ranjau darat itu menggemparkan masyarakat sekitar.
Saat itu, Bustami mau menanam palawija. Ketika menggali tanah, cangkul yang dipakai Bustami seperti terkena benda keras.
Bustami kemudian hati-hati dan merubah cangkulnya dengan parang untuk mengorek tanah. Singkat cerita, benda berbahaya berbahan besi itu kemudian ditemukan Bustami dengan kedalaman 30 centimeter.
Baca Juga: Pemkab Langkat Tegas dan Komit Bela Hak Buruh
Setelah memastikan dan merasa takut atas benda itu, Bustami melaporkan hal ini kepada kepala desa setempat. Tak lama berselang, personel Polsek Tanjungpura tiba di lokasi melakukan pengecekan, sterilisasi hingga memasang garis polisi.
Masyarakat juga diminta untuk tidak mendekat dalam radius 200 meter, demi keselamatan bersama.
Sementara, Polres Langkat berkoordinasi dengan Satuan Brimob Daerah Sumut untuk meminta bantuan tim penjinak bahan peledak (Tim Jihandak) atau tim penjinak bom (Tim Jibom) untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
"Tidak hanya melakukan pengamanan lokasi, personel kepolisian juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjauh dari titik penemuan dan tidak mendekati benda mencurigakan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Kapolres Langkat , AKBP David Triyo Prasojo, Sabtu (2/5/2026).
AKP Sardi dari Sub Detasemen Jibom Brimobda Sumut tiba di lokasi. Pasukan dari Korps Brimob juga melakukan survei dan sterilisasi area disposal.
"Setelah dipastikan aman, ranjau darat kemudian dibawa ke lokasi disposal di Dusun Dahlia, Desa Teluk Bakung, untuk dimusnahkan sesuai prosedur standar penjinakan bahan peledak," sambung David.
Dia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan benda mencurigakan. Seperti bahan peledak atau peninggalan perang dan agar tidak mencoba memindahkan ataupun menyentuh benda tersebut.
"Berkat sinergitas Polri, Brimob, TNI dan pemerintah desa, seluruh rangkaian pengamanan dan disposal berjalan aman, lancar dan kondusif, tanpa adanya korban jiwa maupun kerusakan di sekitar lokasi," pungkasnya. (ted/ram)
Editor : Juli Rambe