Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bupati Batubara Dorong Sinergi Akademisi dan Alumni KPI, Dari Gagasan ke Aksi Nyata Pembangunan

Johan Panjaitan • Selasa, 5 Mei 2026 | 09:45 WIB
Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si saat hadiri  acara Sambung Rasa dan Temu Alumni Mahasiswa S3 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Angkatan 2023 dan Wisudawan 2026 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara (UINSU), di aula  Hotel Singapore Land, Kecamatan Sei Balai, Senin (4/5/2026). (Komimfo Batubara/Sumut Pos)
Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si saat hadiri acara Sambung Rasa dan Temu Alumni Mahasiswa S3 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Angkatan 2023 dan Wisudawan 2026 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara (UINSU), di aula Hotel Singapore Land, Kecamatan Sei Balai, Senin (4/5/2026). (Komimfo Batubara/Sumut Pos)

 

BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com-Komitmen membangun daerah tak lagi cukup bertumpu pada kebijakan semata. Ia menuntut kolaborasi yang hidup, lintas disiplin, dan berkelanjutan. Pesan itulah yang ditegaskan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian saat menghadiri forum akademik yang mempertemukan gagasan, jejaring, dan tanggung jawab intelektual dalam satu ruang.

Bertempat di Aula Hotel Singapore Land, Kecamatan Sei Balai, Senin (4/5/2026), kegiatan “Sambung Rasa dan Temu Alumni Mahasiswa S3 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Angkatan 2023 dan Wisudawan 2026 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara” menjadi lebih dari sekadar ajang temu kangen. Forum ini menjelma ruang strategis yang menautkan dunia akademik dengan kebutuhan riil pembangunan daerah.

Di hadapan para akademisi dan alumni doktor KPI, Baharuddin menegaskan bahwa pembangunan yang efektif hanya dapat lahir dari kolaborasi tanpa sekat. Pemerintah, menurutnya, membutuhkan energi intelektual kampus untuk memperkaya perspektif sekaligus memperkuat kualitas kebijakan.

“Kolaborasi yang baik adalah ketika semua pihak terlibat tanpa sekat, sehingga komunikasi berjalan efektif. Pemerintah akan lebih optimal jika didukung kontribusi akademisi,” ujarnya.

Baca Juga: Mabes Polri Larang Personel Live Streaming Saat Bertugas

Pernyataan tersebut tidak berdiri di ruang hampa. Di tengah kompleksitas tantangan era digital—mulai dari arus hoaks, disinformasi, hingga polarisasi sosial—peran lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam menjadi semakin krusial. Mereka dituntut bukan hanya cakap menyampaikan pesan, tetapi juga mampu menjaga integritas dan nilai.

Sebagai alumni doktor KPI, Baharuddin menggarisbawahi tanggung jawab moral para lulusan untuk menghadirkan komunikasi Islam yang menyejukkan—rahmatan lil ‘alamin—melalui berbagai platform. Bagi dia, kecerdasan tanpa integritas hanya akan memperkeruh ruang publik.

Karena itu, ia mendorong agar jejaring alumni tidak berhenti pada silaturahmi simbolik. Lebih jauh, forum seperti ini harus melahirkan langkah konkret: kolaborasi riset, publikasi ilmiah, program pengabdian masyarakat, hingga pengembangan media dakwah yang inovatif.

Baca Juga: Arsenal vs Atletico Madrid: Misi Tak Terkalahkan Menuju Final Liga Champions

Di sisi lain, Rektor UIN Sumatera Utara Nurhayati mengingatkan bahwa capaian akademik tidak boleh berhenti pada gelar. Ia harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pelayanan yang baik akan selalu dikenang. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujarnya, seraya menyerahkan medali kepada para lulusan S3 KPI 2026 sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka.

Momentum akademik ini kemudian ditutup dengan aksi ekologis: penanaman mangrove di Pantai Sejarah, Kecamatan Lima Puluh Pesisir. Langkah simbolik yang sekaligus konkret—menghubungkan wacana intelektual dengan aksi nyata menjaga lingkungan, sejalan dengan semangat Hari Bumi.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kpi #uinsu #kolaborasi #bupati batubara