Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang Memprihatinkan, Atap Ditumbuhi Rumput

Johan Panjaitan • Kamis, 7 Mei 2026 | 12:30 WIB
DITUMBUHI RUMPUT: Tanpak atap bagian belakang gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang beralamat di jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Kabupaten Dairi ditumbuhi rumout dan terkesan kurang terawat. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
DITUMBUHI RUMPUT: Tanpak atap bagian belakang gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang beralamat di jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Kabupaten Dairi ditumbuhi rumout dan terkesan kurang terawat. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

 

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Gedung Nasional Djauli Manik di Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, yang selama ini dikenal sebagai simbol kebudayaan etnis Pakpak sekaligus ikon Kota Sidikalang, kini terlihat memprihatinkan. Minimnya perawatan membuat bangunan bersejarah tersebut tampak luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Dairi.

Pantauan wartawan, Kamis (7/5/2026), kondisi gedung terlihat banyak mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Pemandangan paling mencolok tampak pada bagian atap belakang gedung yang telah ditumbuhi rumput liar, menandakan kurangnya pemeliharaan dalam waktu cukup lama.

Ironisnya, gedung tersebut diketahui sempat mendapatkan rehabilitasi berupa pergantian atap pada tahun lalu. Namun, pekerjaan itu dinilai tidak tuntas karena hanya sebagian atap yang diperbaiki, sementara bagian belakang masih menggunakan material lama sehingga tampak belang dan tidak seragam.

Tak hanya itu, kondisi fasilitas pendukung juga jauh dari layak. Pintu toilet terlihat rusak tanpa engsel dan hanya diikat menggunakan kabel seadanya. Sejumlah bangunan pendukung di kawasan Gedung Nasional pun tampak kusam dan kurang terawat.

Baca Juga: Aston Villa Vs Nottingham Forest: Pertarungan Gengsi Sang “Mr. Liga Europa”

Masyarakat berharap Bupati Dairi, Vickner Sinaga, segera memberi perhatian serius terhadap kondisi gedung kebanggaan masyarakat Dairi tersebut. Warga menilai Gedung Nasional Djauli Manik bukan sekadar bangunan biasa, melainkan bagian penting dari identitas budaya daerah yang seharusnya dijaga dan dirawat.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dairi, Provet Sitanggang, menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan renovasi dalam dua tahun anggaran terakhir, yakni 2024 dan 2025.

“Renovasi yang dilakukan berupa penggantian atap dan plafon,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Terkait masih adanya sebagian atap belakang yang belum diperbaiki, Provet menyebut hal itu disebabkan keterbatasan anggaran.

Baca Juga: Bupati Nisel Hadiri Pembukaan Karya Bakti TNI AD 2026, Sinergi Percepat Pembangunan Kepulauan Nias

“Anggaran tahun lalu belum mencukupi sehingga masih ada bagian atap yang belum bisa diganti,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pembenahan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Kita akan terus melakukan pembenahan sesuai kemampuan anggaran,” pungkasnya.(rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
#bersejarah #gedung #etnis #kebudayaan #nasional