STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Bupati Langkat, Syah Afandin melakukan aksi nyata dengan berangkat ke Kementerian Sosial untuk menjawab aksi demonstrasi ratusan masyarakat yang terdampak banjir, beberapa waktu lalu. Pasalnya, bantuan yang disalurkan kepada korban banjir di Langkat, menjadi polemik karena dinilai tidak merata.
Bupati yang karib disapa Ondim itu juga membawa satu perwakilan masyarakat dari Tanjungpura dan Besitang. Langkah perjuangan tambahan bantuan ini disambut langsung Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos RI, Masryani Mansyur, belum lama ini.
Ondim mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial RI atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Kabupaten Langkat, khususnya saat terjadi bencana maupun pada masa pemulihan pascabencana. Kepada Mensos, Ondim juga memaparkan secara langsung kondisi riil masyarakat di lapangan pascabanjir.
Baca Juga: AI Kini Lebih Jeli dari Dokter? Temuan Harvard Guncang Dunia Medis
Dia menyatakan, masih terdapat masyarakat terdampak yang proses penyaluran bantuannya masih dalam tahap pendataan dan verifikasi. Karenanya, aspirasi masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Langkat dan datang langsung ke Kementerian Sosial untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh perhatian hingga bantuan secara merata.
“Aspirasi masyarakat menjadi prioritas kami. Kami datang langsung berkoordinasi dengan bapak menteri perihal data susulan masyarakat terdampak yang masih dalam proses pendataan bantuan,” ujarnya, Jum'at (8/5/2026).
Secara khusus, Ondim juga memohon solusi bagi masyarakat terdampak banjir yang hingga kini masih menunggu proses penyaluran bantuan. Ia berharap, usulan yang disampaikan dapat segera direalisasikan sehingga seluruh warga terdampak banjir di Kabupaten Langkat memperoleh hak dan perhatian yang semestinya.
Selain membahas percepatan penyaluran bantuan, kegiatan koordinasi juga dilanjutkan bersama Satgas PRR (Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) sebagai langkah konkret memastikan tindak lanjut di lapangan berjalan optimal. Dalam pembahasan tersebut, turut dibahas percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) terpusat di lahan PTPN II Regional I, termasuk proses pembebasan lahan serta langkah strategis percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Langkat.
Baca Juga: Kantor Imigrasi Belawan Tindak WN Malaysia Tanpa Dokumen Perjalanan Sah
Langkah cepat yang diambil Pemkab Langkat mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu warga terdampak, Said Abdullah, mengaku puas terhadap respons dan kepemimpinan Bupati Langkat dalam menangani persoalan banjir.
“Kami puas dengan kepemimpinan Bupati Langkat yang bergerak cepat dalam menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Sauli Lubis yang menilai langkah pemerintah daerah sudah berada di jalur yang tepat. Ia berharap bantuan dapat segera dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat terdampak.
“Kami melihat ada keseriusan dari pemerintah. Harapannya, bantuan bisa segera dirasakan merata oleh seluruh masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.
Pemkab berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan banjir, mulai dari distribusi bantuan, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Hal teraebut demi proses pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat dan menyeluruh. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan