Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

PT Dairi Prima Mineral Perkuat Ekonomi Desa Lewat Perikanan dan Agribisnis Berkelanjutan

Johan Panjaitan • Jumat, 8 Mei 2026 | 10:00 WIB

Pemkab Paluta dan BPJS Ketenagakerjaan salurkan santunan ratusan juta untuk Aparatur Desa. (IST/SUMUT POS)
Pemkab Paluta dan BPJS Ketenagakerjaan salurkan santunan ratusan juta untuk Aparatur Desa. (IST/SUMUT POS)

 

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Pemberdayaan masyarakat tidak selalu dimulai dari proyek besar. Di banyak daerah, perubahan justru tumbuh dari kolam ikan sederhana, kebun kopi rakyat, hingga pendampingan yang konsisten. Pendekatan inilah yang kini diperkuat PT Dairi Prima Mineral (DPM) melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berbasis kemandirian ekonomi.

Memasuki April 2026, PT DPM memulai langkah konkret dengan membangun demonstration plot (demplot) budidaya ikan air tawar di Desa Polling Anak-anak, sebagai pionir pengembangan sektor perikanan darat bagi masyarakat desa ring satu perusahaan.

Program tersebut lahir dari kebutuhan riil masyarakat dan pemerintah desa, lalu dijalankan melalui kolaborasi bersama petugas penyuluh lapangan (PPL) Perikanan.

Sebanyak 13 pemilik kolam ikan mengikuti pelatihan intensif yang tidak hanya berfokus pada praktik budidaya, tetapi juga peningkatan kualitas usaha secara menyeluruh. Materi pelatihan meliputi standarisasi kolam, pengujian pH air, pengelolaan pakan, hingga teknik budidaya berkelanjutan yang lebih profesional dan produktif.

Baca Juga: Restorative Justice di Padang Bolak: Saat Perdamaian Menjadi Wajah Humanis Penegakan Hukum

Chief Legal and External Relation Officer PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin, menegaskan bahwa perusahaan ingin hadir lebih dari sekadar pelaku industri.

“Melalui pelatihan budidaya perikanan air tawar ini, PT DPM hadir bukan hanya sebagai mitra, tetapi sebagai pendorong utama pemberdayaan masyarakat. Kami ingin potensi lokal tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Sebagai bentuk dukungan nyata, PT DPM juga menyalurkan berbagai sarana penunjang, mulai dari pembangunan keramba ikan, instalasi saluran air menggunakan paralon, hingga penyediaan benih ikan bersertifikat dan pakan berkualitas tinggi.

Perusahaan meyakini sektor perikanan darat memiliki peluang besar untuk menjadi sumber ekonomi baru masyarakat jika dikelola secara tepat dan berkesinambungan.

Tak berhenti di sektor perikanan, PT DPM juga memperluas penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan agribisnis berbasis potensi unggulan daerah. Wilayah operasional perusahaan selama ini dikenal sebagai sentra kopi robusta berkualitas, kakao, dan durian.

Melalui sinergi dengan Dinas Pertanian, pemerintah desa, kelompok tani, dan para PPL, perusahaan menjalankan program peningkatan kapasitas petani, membuka akses pasar, hingga mendukung penyediaan sarana produksi pertanian.

Salah satu implementasinya dilakukan di Sopogadong melalui pelatihan pertanian yang diikuti 47 petani terpilih dari sekitar 200 kandidat program tahun 2025.

Baca Juga: Minum Air Putih Hangat pada Pagi Hari Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan

Dalam pelatihan tersebut, petani mendapatkan pendampingan teknis budidaya kopi, kakao, dan durian, termasuk pengendalian hama, penggunaan pupuk khusus, serta vitamin tanaman untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen.

Bagi PT DPM, pengembangan ekonomi masyarakat bukan sekadar program sosial jangka pendek, melainkan investasi sosial yang harus mampu menciptakan efek berantai bagi kesejahteraan desa.

“Harapan kami, Desa Polling Anak-anak dapat berkembang menjadi contoh budidaya perikanan air tawar yang produktif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sekitarnya,” tutup Radianto.(rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ikan air tawar #okonomi rakyat #agribisnis #PT DPM