DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang menegaskan komitmennya untuk membersihkan lingkungan pemasyarakatan dari praktik penyalahgunaan narkoba, peredaran handphone ilegal, dan aksi penipuan yang kerap mencoreng institusi pemasyarakatan.
Komitmen itu ditegaskan melalui Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang digelar di lingkungan Rutan Kelas IIB Sidikalang, Jumat (8/5/2026).
Apel dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas IIB Sidikalang, Loviga Ferdinanta Sembiring, dan diikuti seluruh jajaran pegawai.
Dalam suasana khidmat, seluruh peserta apel mengucapkan ikrar bersama sebagai simbol kesiapan menjaga integritas serta mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari pelanggaran.
Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono Telan Korban, Dua Pendaki Singapura dan Satu WNI Dilaporkan Tewas
Bagi Loviga, perang terhadap narkoba dan handphone ilegal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh aparatur pemasyarakatan.
“Pemberantasan narkoba, handphone ilegal, dan penipuan bukan hanya tugas individu atau kelompok tertentu. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh jajaran pemasyarakatan,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di dalam rutan guna menutup celah masuknya barang terlarang maupun praktik-praktik ilegal yang dapat merusak marwah institusi.
Sebagai bentuk implementasi nyata dari komitmen tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine narkoba terhadap seluruh pegawai dan warga binaan pemasyarakatan.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengawasan internal yang lebih ketat sekaligus memastikan lingkungan rutan tetap steril dari penyalahgunaan narkotika.
Baca Juga: Kejari Sergai Beberkan Capaian Penanganan Korupsi 2025–2026, Sejumlah Perkara Sudah Inkrah
Loviga menegaskan, Rutan Sidikalang ingin menghadirkan wajah pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan humanis, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Zero narkoba, handphone ilegal, dan penipuan adalah harga mati. Seluruh jajaran harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kehormatan institusi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan