LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com – Rumah Tahanan Polri (RTP) Polres Labuhanbatu, Rabu pagi (13/5/2026), tidak hanya menjadi lokasi pemeriksaan rutin aparat kepolisian. Di balik jeruji besi dan pengamanan ketat, hadir pesan kemanusiaan yang dibawa langsung Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Kapolres bersama Wakapolres Kompol PS Simbolon, Ps Kabag Ren AKP Miftahuddin, serta Kasat Tahti Roky Sianturi melakukan pengecekan langsung ke ruang tahanan. Mereka meninjau kondisi keamanan sekaligus memastikan para tahanan berada dalam keadaan baik.
Namun kunjungan itu tak berhenti sebatas inspeksi administrasi dan pengawasan ruang tahanan. Ada pendekatan yang lebih dalam ketika AKBP Wahyu Endrajaya memilih berbicara langsung kepada para penghuni sel tentang kehidupan, penyesalan, dan kesempatan untuk berubah.
Satu per satu ruang tahanan ditelusuri. Di tempat itulah terlihat potret nyata persoalan sosial yang masih membayangi masyarakat, terutama kasus penyalahgunaan narkotika yang mendominasi penghuni RTP Polres Labuhanbatu.
Fenomena tersebut bukan sekadar catatan angka penegakan hukum. Di balik status sebagai tahanan, tersimpan berbagai kisah tentang keterpurukan hidup, pengaruh lingkungan, tekanan ekonomi, hingga ketergantungan narkoba yang perlahan menghancurkan masa depan.
Baca Juga: Jaringan Aktivis Nusantara Desak KPK Proses Sosok yang Diduga Kebal Hukum
Kapolres menilai, penegakan hukum saja tidak cukup untuk memutus mata rantai persoalan itu. Dibutuhkan pembinaan mental dan dorongan moral agar para pelaku memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap saudara-saudara sekalian dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, serta nantinya bisa kembali ke masyarakat dan menjadi orang yang berguna bagi keluarga, bangsa, dan negara,” ujar AKBP Wahyu Endrajaya di hadapan para tahanan.
Baca Juga: Kadis PUTR Nisel Siap Anggarkan Publikasi untuk Media Terverifikasi, Forwakum Beri Dukungan
Ucapan tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun di balik dinding ruang tahanan, kalimat itu memiliki arti besar bagi mereka yang tengah kehilangan kebebasan sekaligus harapan.
Kehadiran Kapolres dan jajaran secara langsung menyapa para tahanan menjadi simbol bahwa negara tetap hadir, bahkan bagi mereka yang sedang menjalani proses hukum. Bahwa setiap orang masih memiliki peluang untuk bangkit dan memperbaiki kehidupan.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan