PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com – Suasana haru dan khidmat menyelimuti lapangan Pondok Pesantren (Ponpes) Ali Baharuddin, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sabtu (16/5/2026). Sebanyak 266 santri tingkat MTs dan MA resmi dilepas dalam prosesi penamatan Angkatan ke-V Tahun Pelajaran 2025/2026.
Momen pelepasan ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan penanda babak baru perjalanan para santri setelah menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Padang Lawas, Dr. Kasman, S.Ag., MA., yang hadir langsung dalam acara tersebut, memberikan apresiasi sekaligus pesan mendalam kepada para lulusan.
Baca Juga: BI Prediksi Inflasi Naik hingga September 2026, Netizen: “Yang Naik Duluan Harga, Gaji Tetap Segitu”
Ia menegaskan bahwa penamatan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk menapaki jenjang pendidikan dan tantangan yang lebih tinggi.
“Selamat dan sukses kepada seluruh anak-anak kami. Namun ingat, ini bukan akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Kami berharap kalian terus melanjutkan pendidikan agar kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan orang tua dalam perjalanan pendidikan anak-anak mereka, baik secara moral maupun spiritual.
Pimpinan Ponpes Ali Baharuddin, H. Faisal Haris Harahap, S.Pd.I., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para orang tua yang telah menitipkan putra-putrinya di pesantren tersebut.
Baca Juga: Nahkodai IDI Medan, dr Galdy Wafie Fokus Pemerataan Layanan Kesehatan di Sumut
Ia berpesan agar para lulusan, khususnya tingkat MA, tetap menjaga nama baik almamater serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Sementara bagi santri MTs, ia mendorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di pesantren yang sama.
“Semoga ilmu yang didapat membawa keberkahan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Suasana semakin mengharukan saat prosesi tradisi bakti santri, yakni mencuci kaki orang tua. Ratusan santri bersimpuh di hadapan ayah dan ibu mereka sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih atas pengorbanan selama ini.
Tangis haru pecah di tengah prosesi yang sarat nilai spiritual dan budaya tersebut, mempertegas kuatnya ikatan antara orang tua dan anak dalam perjalanan pendidikan di pesantren.
Baca Juga: Rakernas PSBI 2026 di Medan Dihadiri 156 Wilayah, Bahas Pesta Bolon dan Kongres 2027
Dengan mengusung motto “Jaga sholatmu, sayangi orang tuamu, dan muliakan gurumu”, acara penamatan ini tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua MUI Palas Dr. H. Ismail Nasution, Ketua NU Palas Drs. H. Syafaruddin Hasibuan, MA., Ketua BSPPL H. Fauzan Hamidy Hasibuan, serta para undangan lainnya.(mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan