BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com-Kabupaten Batu Bara diproyeksikan menerima kucuran program pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara senilai hampir Rp100 miliar pada 2026. Anggaran tersebut difokuskan untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan, rehabilitasi irigasi pertanian, hingga bantuan sosial bagi masyarakat dan nelayan.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PAN Dapil V, Ir H Yadhi Khoir Harahap, MBA, saat melaksanakan Reses Tahap II DPRD Sumut Tahun 2026 di Kelurahan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, Senin (25/5/2026).
Dalam pertemuan bersama masyarakat itu, Yadhi menyebut persoalan infrastruktur jalan masih menjadi aspirasi utama yang paling banyak disampaikan warga. Namun, ia menegaskan sebagian besar ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat merupakan kewenangan pemerintah kabupaten dan kota.
Baca Juga: Komisi B DPRD Labura Dorong Perusahaan Ikut Perbaiki Jalan Rusak
Meski demikian, Pemprov Sumut disebut tetap mengalokasikan anggaran besar untuk menuntaskan sejumlah ruas jalan provinsi strategis di Batu Bara.
“Untuk Kabupaten Batu Bara, sebagian besar jalan provinsi hampir selesai ditangani. Tahun 2026 ini ruas batas Sergai–Simpang Lima Kampung Lalang hingga akses road Inalum dianggarkan Rp33 miliar sepanjang 55 kilometer. Mudah-mudahan tuntas tahun ini,” ujar Yadhi.
Selain itu, pembangunan ruas jalan Tanjung Kasau–Bandar Marsilam sepanjang sekitar 600 meter juga kembali dilanjutkan dengan anggaran sebesar Rp3 miliar.
Tak hanya infrastruktur jalan, sektor pertanian dan irigasi turut menjadi perhatian utama. Yadhi menilai keberadaan jaringan irigasi sangat vital bagi Batu Bara yang memiliki areal persawahan mencapai sekitar 12 ribu hektare.
Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Cinta Damai-Cinta Maju atau Sidalu Dalu yang selama ini dikeluhkan petani akibat kerusakan bendungan.
Baca Juga: Viral! Lomba Rebahan Pertama di Indonesia, Berhadiah Rp5 Juta
“Alhamdulillah tahun ini Sidalu Dalu sudah dianggarkan Rp20 miliar. Bendungan yang jebol dan putus akan direhabilitasi dan saat ini proses tender sudah berjalan,” katanya.
Menurutnya, pengerjaan proyek rehabilitasi diperkirakan dimulai Juni 2026 karena membutuhkan proses pengalihan aliran sungai selama pekerjaan berlangsung.
Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran Rp9,5 miliar untuk pengerukan sedimentasi Bendung Semangar pada DI Tanjung Muda, ditambah Rp7,5 miliar untuk penanganan lanjutan.
“Bendung Semangar ini merupakan bendung pembagi air ke Sungai Tanjung Muda, Sungai Sidalu Dalu dan Sungai Gambus,” jelasnya.
Di sektor sosial dan pemberdayaan masyarakat, Yadhi menyebut bantuan sosial untuk rumah ibadah dan sekolah di Batu Bara tahun ini mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
Tak hanya itu, bantuan bagi kelompok nelayan dan budidaya perikanan juga mulai disalurkan pemerintah provinsi sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat pesisir.
“Beberapa waktu lalu kita sudah menyerahkan bantuan sampan kepada kelompok nelayan di Desa Gambus Laut. Bulan Juni nanti akan disalurkan bantuan budidaya ikan nila, lele dan gurame kepada lima kelompok,” ungkapnya.
Yadhi menegaskan seluruh program pembangunan tersebut merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui DPRD Sumatera Utara.
“Kalau ditotal, program Pemprovsu untuk Kabupaten Batu Bara kurang lebih mencapai Rp100 miliar,” pungkasnya. (lib/han)
Editor : Johan Panjaitan