Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kapolda Sumut Tegaskan Nilai Persatuan Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan Bangsa

Juli Rambe • Selasa, 2 Juni 2026 | 10:53 WIB
UPACARA: Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat bertindak sebagai inspektur upacara memperingati Hari Lahir Pancasila 2026. (Dok: Polda Sumut)
UPACARA: Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat bertindak sebagai inspektur upacara memperingati Hari Lahir Pancasila 2026. (Dok: Polda Sumut)

 

MEDAN, SUMUT POS- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (1/6). 

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh pejabat utama (PJU), personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polda Sumut.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP RI), Yudian Wahyudi.

Baca Juga: Anak Bunuh Ibu Kandung di Medan Dituntut 8 Bulan Pendampingan Psikologis

Dalam amanat itu ditegaskan, bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia', peringatan tahun ini menegaskan, bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan Indonesia yang majemuk, tetapi juga menjadi inspirasi dalam menciptakan perdamaian dunia yang berkeadilan.

"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Pancasila tetap menjadi jangkar moral dalam menghadapi berbagai dinamika dan perubahan zaman," kata Whisnu saat membacakan amanat tersebut.

Ia juga menyampaikan, bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

"Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi bagian dari Pancasila dinilai sebagai instrumen penting dalam diplomasi internasional untuk menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai," imbuhnya.

Whisnu melanjutkan, kontribusi Indonesia melalui pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran mediasi dalam berbagai konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa tertindas menjadi bukti nyata implementasi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

"Selain itu, generasi muda juga diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar simbol atau hafalan semata. Seluruh elemen bangsa diharapkan terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi yang dapat mengancam harmoni kebangsaan," tandasnya.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Polda Sumut berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme. Melalui momentum ini, seluruh personel diharapkan semakin memperkokoh komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (dwi/ram)

Editor : Juli Rambe
#upacara peringatan kesaktian pancasila #kapolda sumut #polda sumut