Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bocah 12 Tahun yang Terseret Ombak di Pantai Belacan Ditemukan Meninggal Dunia

Johan Panjaitan • Minggu, 7 Juni 2026 | 18:00 WIB
Tim gabungan BPBD Batubara bersama   warga, keluarga korban, pengelola objek wisata mengevakuas
Korban  terseret arus (ombak) laut di Pantai Belacan atau Pantai Laksamana, Kelurahan Bagan Arya, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara.
Minggu (7/6/2026) pagi. (Liberti H Haloho/Sumut Pos)
Tim gabungan BPBD Batubara bersama warga, keluarga korban, pengelola objek wisata mengevakuas Korban terseret arus (ombak) laut di Pantai Belacan atau Pantai Laksamana, Kelurahan Bagan Arya, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara. Minggu (7/6/2026) pagi. (Liberti H Haloho/Sumut Pos)

 

BATU BARA, Sumutpos.jawapos.com– Harapan keluarga untuk menemukan Bella (12) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Bocah asal Desa Lima Laras, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, yang dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Belacan atau Pantai Laksamana, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi (7/6/2026).

Penemuan korban mengakhiri operasi pencarian yang berlangsung sejak Sabtu (6/6/2026), ketika Bella dilaporkan hilang saat berwisata bersama sejumlah rekannya di kawasan pantai yang berada di Kelurahan Bagan Arya, Kecamatan Tanjung Tiram.

Sejak kabar hilangnya korban tersebar, suasana duka dan kecemasan menyelimuti keluarga serta masyarakat sekitar. Tim gabungan yang terdiri dari warga, keluarga korban, pengelola objek wisata, dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batu Bara berjibaku menyisir kawasan pesisir dan perairan sekitar untuk menemukan korban.

Peristiwa nahas itu terjadi ketika Bella bermain di area pantai bersama teman-temannya. Saat berada di tepi laut, korban diduga terseret arus ombak yang cukup kuat hingga hilang dari pandangan.

Baca Juga: Piagam Batu Bara Digelorakan, Masyarakat Nyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap Lapas Labuhan Ruku

Rekan-rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut langsung meminta bantuan kepada pengunjung dan pengelola pantai. Informasi mengenai insiden itu kemudian menyebar dengan cepat dan memicu upaya pencarian secara besar-besaran.

Tim gabungan bergerak melakukan penyisiran sejak hari pertama. Namun hingga malam tiba, korban belum berhasil ditemukan. Pencarian pun dilanjutkan pada keesokan harinya dengan melibatkan lebih banyak personel dan dukungan masyarakat.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Minggu pagi, tubuh Bella ditemukan di perairan sekitar lokasi kejadian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Batu Bara, Ilyas, membenarkan penemuan korban.

“Korban ditemukan pada Minggu pagi dan langsung dievakuasi ke darat untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit guna dilakukan pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang sejak awal mengikuti proses pencarian dengan penuh harapan. Banyak warga yang turut membantu pencarian dan menanti kabar baik dari tim gabungan.

Baca Juga: Seri III Ladies Pool League Sumut Digelar 11-12 Juni 2026

Ilyas mengimbau masyarakat agar menjadikan kejadian tersebut sebagai pengingat penting untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai dan perairan.

Menurutnya, pengawasan terhadap anak-anak harus menjadi perhatian utama, terutama ketika berada di lokasi wisata yang berhadapan langsung dengan laut terbuka.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, arus laut, dan tidak lengah mengawasi anak-anak saat bermain di kawasan pantai,” katanya.

Atas musibah tersebut, BPBD Kabupaten Batu Bara turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban dan keluarga. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” tutur Ilyas.

Tragedi yang merenggut nyawa bocah 12 tahun itu menjadi pengingat bahwa keindahan pantai tetap menyimpan potensi bahaya yang tidak boleh diabaikan. Kewaspadaan, pengawasan, dan kepatuhan terhadap faktor keselamatan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
#terseret ombak #bocah #meninggal dunia