Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah

Johan Panjaitan • Rabu, 10 Juni 2026 | 11:22 WIB
Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih bersama perwakilan Bank Indonesia, unsur Forkopimda, kepala OPD, dan kelompok tani menunjukkan bibit cabai merah usai penyerahan bantuan stimulan pada kegiatan Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) TPID di Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Selasa  sore (09/06/2026). (Azan Purba / Sumut Pos)
Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih bersama perwakilan Bank Indonesia, unsur Forkopimda, kepala OPD, dan kelompok tani menunjukkan bibit cabai merah usai penyerahan bantuan stimulan pada kegiatan Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) TPID di Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Selasa sore (09/06/2026). (Azan Purba / Sumut Pos)

 

TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah yang dipimpin langsung Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, di lahan Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional ketahanan pangan sekaligus memperkuat ketersediaan komoditas strategis yang berpengaruh terhadap laju inflasi. Momentum itu juga dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tebing Tinggi, yang menegaskan pentingnya sinergi antara sektor pertanian dan kebijakan pengendalian harga.

Dalam sambutannya, Wali Kota Iman Irdian Saragih menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga kesinambungan pasokan pangan. Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus mendorong peningkatan produksi komoditas yang rentan memicu gejolak harga.

“Pemko Tebing Tinggi melalui TPID secara berkelanjutan melakukan pemantauan harga dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar inflasi tetap terkendali. Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan inflasi daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Polsek Kualuh Hulu Wakili Polda Sumut di Kompolnas Awards 2026, Masuk Nominasi Polsek Rural-Prarural

Menurut Wali Kota, pengembangan budidaya bawang merah di tingkat lokal menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketahanan pasokan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap daerah pemasok. Dengan produksi yang meningkat, stabilitas harga dapat lebih terjaga dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara yang selama ini konsisten mendukung berbagai program pengendalian inflasi di Kota Tebing Tinggi, termasuk melalui bantuan sarana produksi pertanian bagi kelompok tani.

“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan para petani menjadi modal penting untuk menciptakan program pengendalian inflasi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi, Iboy Hutapea, menjelaskan bahwa Kelurahan Mekar Sentosa merupakan salah satu sentra pertanian produktif yang selama ini menghasilkan berbagai komoditas unggulan, mulai dari padi, cabai merah, bawang merah hingga beragam jenis sayuran.

Ia mengungkapkan, luas areal persawahan yang telah ditanami pada musim tanam saat ini mencapai sekitar 791 hektare. Sedangkan gerakan tanam bawang merah kali ini dilaksanakan di lahan seluas dua hektare milik Kelompok Tani Sumber Rezeki.

“Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak petani yang tertarik mengembangkan budidaya bawang merah. Selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan, komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan bagi peningkatan pendapatan petani,” ujar Iboy.

Baca Juga: Kadis DPPKB Labura Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Ajak Pelaku Usaha Sampaikan Data Secara Jujur

Meski demikian, ia mengakui para petani masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya biaya produksi seperti pengadaan bibit, pupuk, pestisida, dan sarana produksi lainnya. Karena itu, dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani di daerah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Tutut Tiana, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung berbagai program pengendalian inflasi melalui penguatan sektor pangan.

Menurutnya, kerja sama dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah diwujudkan dalam berbagai program, mulai dari pengembangan kelompok tani cabai merah, peluncuran Toko Pemantau Inflasi (Topis), hingga pelatihan sistem peringatan dini untuk memantau pergerakan harga pangan.

“Inflasi yang terkendali merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Bank Indonesia terus mendukung berbagai langkah pengendalian inflasi, termasuk melalui subsidi ongkos angkut komoditas pangan dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam memonitor harga,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan lahan pertanian di Kota Tebing Tinggi perlu diimbangi dengan penguatan kerja sama perdagangan antarwilayah agar pasokan pangan tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wali Kota Tebing Tinggi juga menyerahkan bantuan stimulan berupa bibit cabai merah kepada para petani. Acara kemudian ditutup dengan penanaman bawang merah secara simbolis bersama unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, jajaran perangkat daerah, serta kelompok tani sebagai simbol penguatan komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reza Aghista, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Marimbun Marpaung, Kepala Satpol PP Benny Erikson Hamonangan Hutajulu, Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto, Kabag Perekonomian dan SDA Safaruddin, Kepala BPS Tebing Tinggi Azantaro, serta para kelompok tani di Kecamatan Rambutan.(mag-3/han)

Editor : Johan Panjaitan
#bawang merah #pasokan #ketahanan pangan #inflasi