PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang diberlakukan PT Pertamina Patra Niaga per Rabu (10/6/2026) langsung berdampak pada perilaku konsumsi masyarakat. Lonjakan harga Pertamax (RON 92) hingga Rp 16.250 per liter membuat sebagian besar warga di Kabupaten Padang Lawas beralih ke BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Bio Solar.
Sejak pagi, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Eks Barumun Tengah tampak dipadati kendaraan. Antrean panjang mengular di jalur pengisian BBM subsidi, mencerminkan pergeseran signifikan pola konsumsi masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.
Seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengakui adanya lonjakan permintaan pada BBM subsidi. Menurutnya, selisih harga yang cukup lebar menjadi faktor utama peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite.
“Banyak pelanggan yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini kembali ke Pertalite dan Bio Solar. Selisih harga setelah penyesuaian ini cukup jauh, sehingga dampaknya langsung terasa sejak pagi,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,8–6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi
Di lapangan, antrean panjang tidak terhindarkan. Bagi masyarakat, pilihan menggunakan BBM subsidi menjadi langkah rasional untuk menekan pengeluaran harian, di tengah naiknya biaya kebutuhan pokok.
Ilham Lubis, salah seorang pengendara yang ikut mengantre, mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain beralih ke Pertalite meski harus menunggu lebih lama.
“Sekarang semua serba mahal. Mau tidak mau kami pindah ke Pertalite atau Bio Solar. Antrean panjang tidak masalah, yang penting kendaraan tetap bisa dipakai,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga BBM subsidi agar tidak ikut terdampak kebijakan penyesuaian harga.
“Kami berharap harga Pertalite dan Bio Solar tetap stabil. Jangan sampai ikut naik, karena ini sangat berpengaruh bagi masyarakat kecil,” ujarnya.
Berdasarkan penyesuaian terbaru, beberapa harga BBM non-subsidi Pertamina mengalami kenaikan, di antaranya Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, serta Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Sementara Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tercatat tidak mengalami perubahan harga. Adapun Pertalite dan Bio Solar tetap berada pada harga subsidi.(mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan