PALUTA, Sumutpos.jawapos.com-Dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) untuk menghadirkan Markas Kepolisian Resor (Polres) mandiri terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Halongonan dan Halongonan Timur (IPPMH) Kota Medan yang menilai keberadaan Polres di Kabupaten Padang Lawas Utara sudah menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar persoalan administratif.
Bagi IPPMH, kehadiran Polres mandiri merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan efektivitas penegakan hukum, serta menjawab berbagai tantangan keamanan yang berkembang seiring pertumbuhan daerah.
Ketua Umum IPPMH, Pangundian Siregar, S.H., menegaskan bahwa luas wilayah dan kondisi geografis Padang Lawas Utara menjadi salah satu alasan kuat perlunya institusi kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami menilai kehadiran Polres Padang Lawas Utara merupakan kebutuhan yang sangat penting dan mendesak. Dengan adanya Polres, pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih efektif, efisien, dan mudah dijangkau,” ujar Pangundian, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Australia U-19 Antusias Hadapi Indonesia di Semifinal Piala AFF U-19 2026
Menurutnya, selama ini masyarakat masih harus menempuh jarak yang relatif jauh untuk mengurus berbagai layanan kepolisian maupun menyampaikan laporan hukum. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap kecepatan pelayanan dan respons terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan hadirnya Polres mandiri, rentang kendali pelayanan diyakini akan lebih pendek sehingga berbagai urusan masyarakat dapat ditangani secara lebih cepat dan optimal.
Respons Cepat terhadap Kriminalitas dan Narkoba
Selain aspek pelayanan, IPPMH juga menyoroti tantangan keamanan yang dihadapi daerah, mulai dari penyalahgunaan narkotika hingga berbagai bentuk tindak kriminalitas yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.
Pangundian menilai keberadaan Polres akan memperkuat kapasitas aparat dalam merespons setiap laporan masyarakat secara langsung dan lebih efektif.
“Aparat kepolisian akan lebih dekat dengan masyarakat sehingga respons terhadap laporan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan maksimal. Ini juga akan memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat,” katanya.
Keamanan Jadi Fondasi Pertumbuhan Daerah
Pandangan serupa disampaikan Penasehat IPPMH, Raja Makayasa Harahap, S.H. Menurutnya, keamanan merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan daerah, terutama di tengah perkembangan ekonomi dan investasi yang terus tumbuh di Padang Lawas Utara.
Baca Juga: Komitmen Hadirkan Akses Keadilan, Bupati Baharuddin Siagian Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI
Ia menilai daerah yang memiliki stabilitas keamanan yang baik akan lebih mampu menarik investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sudah sangat layak apabila Padang Lawas Utara memiliki Polres sendiri. Keamanan merupakan fondasi utama pembangunan. Ketika keamanan terjamin, maka aktivitas ekonomi, investasi, pendidikan, dan pelayanan publik akan berjalan jauh lebih baik,” tegasnya.
Siap Kawal Hingga Tingkat Pusat
Sebagai organisasi yang menghimpun generasi muda asal Kecamatan Halongonan dan Halongonan Timur yang berdomisili di Kota Medan, IPPMH menyatakan siap mengawal perjuangan pembentukan Polres Padang Lawas Utara hingga ke tingkat pusat.
IPPMH juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga kalangan dunia usaha untuk memberikan dukungan terhadap usulan tersebut.
Menurut mereka, pembentukan Polres bukan hanya menjadi kepentingan pemerintah daerah, tetapi juga kebutuhan seluruh masyarakat yang menginginkan pelayanan hukum yang lebih dekat, cepat, profesional, dan berkeadilan.
“Kami berharap usulan pembentukan Polres Padang Lawas Utara segera mendapatkan persetujuan dari Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri. Ini merupakan jawaban atas harapan masyarakat yang selama ini mendambakan pelayanan kepolisian yang lebih efektif dan mudah diakses,” tutup Pangundian Siregar.(mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan