Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Empat ABK KMN Teratai Kembali ke Indonesia

Juli Rambe • Kamis, 18 Juni 2026 | 19:18 WIB
KEMBALI: Empat Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Teratai akhirnya berhasil kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan sehat setelah sempat mengalami situasi darurat di sekitar Perairan Kepulauan Ko Sarai, Provinsi Satun, Thailand.(Dok : Dispen Kodaeral I)
KEMBALI: Empat Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Teratai akhirnya berhasil kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan sehat setelah sempat mengalami situasi darurat di sekitar Perairan Kepulauan Ko Sarai, Provinsi Satun, Thailand.(Dok : Dispen Kodaeral I)

 

BELAWAN, SUMUT POS- Empat Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Teratai akhirnya berhasil kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan sehat setelah sempat mengalami situasi darurat di sekitar Perairan Kepulauan Ko Sarai, Provinsi Satun, Thailand.

Kepulangan mereka menjadi akhir dari perjalanan penuh tantangan yang berlangsung selama beberapa hari di wilayah perairan perbatasan.

Insiden tersebut bermula ketika KMN Teratai mengalami kendala saat berlayar di perairan yang berbatasan dengan Thailand. Kondisi itu membuat kapal beserta para awaknya tidak dapat melanjutkan perjalanan seperti yang direncanakan.

Baca Juga: Komisi E DPRD Sumut Temui Massa Ojol, Inj Janjinya

Selama berada di sekitar wilayah Kepulauan Ko Sarai, para ABK harus bertahan sambil menunggu bantuan dan proses penanganan dari pihak-pihak terkait.

Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan, mengatakan bahwa selama berada di wilayah Thailand, para ABK mendapatkan perhatian dari aparat setempat. Selain menjalani pemeriksaan, mereka juga memperoleh bantuan kebutuhan dasar untuk memastikan kondisi para awak kapal tetap terjaga.

"Selama berada di wilayah Thailand, para ABK menjalani serangkaian pemeriksaan oleh aparat setempat serta mendapatkan bantuan kebutuhan dasar. Koordinasi juga dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan pemilik kapal untuk memastikan keselamatan awak kapal serta pemenuhan kebutuhan logistik dan teknis," kata Wahyu Kurniawan saat memberikan keterangan, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, koordinasi yang dilakukan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), aparat setempat, dan pemilik kapal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh awak kapal memperoleh perlindungan serta kebutuhan logistik yang memadai selama menunggu penyelesaian masalah yang dihadapi kapal.

Upaya koordinasi yang dilakukan secara intensif akhirnya membuahkan hasil. Setelah seluruh aspek teknis dan logistik terpenuhi, KMN Teratai kembali dapat melanjutkan pelayarannya. Kapal tersebut bertolak meninggalkan Kepulauan Ko Sarai menuju Perairan Pangkalan Brandan pada Selasa malam (16/6/2026).

Perjalanan menuju Indonesia berlangsung dengan lancar. Setibanya di Perairan Pangkalan Brandan, personel Pos TNI AL (Posmat) Pangkalan Brandan segera melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kapal maupun para awak kapal. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur untuk memastikan kondisi kapal dan keselamatan seluruh ABK pasca mengalami situasi darurat di wilayah perairan asing.

Pendataan identitas, pemeriksaan kesehatan, serta pengecekan kondisi kapal dilakukan secara menyeluruh. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun kerusakan yang berarti pada kapal.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan keempat ABK berada dalam kondisi sehat tanpa adanya kerugian personel maupun kerusakan materiil yang signifikan," ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, keberhasilan pemulangan KMN Teratai menunjukkan pentingnya sinergi dan respons cepat dari berbagai pihak dalam menangani situasi darurat yang dialami masyarakat maritim Indonesia. Menurutnya, koordinasi yang baik antara unsur TNI AL, aparat negara sahabat, perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, hingga pemilik kapal menjadi faktor penting dalam memastikan keselamatan para awak kapal.

"Keberhasilan kepulangan KMN Teratai ini menjadi bukti pentingnya sinergi dan respons cepat berbagai pihak dalam menjamin keselamatan masyarakat maritim yang menghadapi situasi darurat di wilayah perairan perbatasan," ungkapnya.

Peristiwa yang dialami KMN Teratai sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas pelayaran, khususnya di wilayah perairan perbatasan dan internasional, memiliki berbagai tantangan yang memerlukan kesiapsiagaan serta koordinasi lintas negara. Dalam kondisi darurat, dukungan dari pemerintah, aparat keamanan, serta perwakilan diplomatik Indonesia menjadi faktor yang sangat penting dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang bekerja di sektor maritim. (san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#nelayan asal langkat #abk hanyut #kapal rusak