BATU BARA, Sumutpos.jawapos.com – Jajaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan, dan Kota Tanjung Balai menggelar nonton bareng (nobar) film Tanah Sengketa karya Muda Saleh, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya tertib administrasi pertanahan dan pencegahan praktik mafia tanah.
Kepala Kantor BPN Kabupaten Batu Bara, Richard Immanuel L. Tobing, S.H., LLM, mengatakan film tersebut menyuguhkan gambaran nyata tentang berbagai persoalan sengketa tanah yang masih kerap terjadi di tengah masyarakat, termasuk modus-modus yang digunakan oleh mafia tanah.
Menurutnya, pesan yang disampaikan dalam film itu menjadi pengingat bahwa persoalan pertanahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
"Film ini memberikan gambaran sekaligus pesan penting mengenai sengketa tanah dan praktik mafia tanah yang hingga kini masih menjadi tantangan bersama. Melalui tayangan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga legalitas dokumen pertanahan serta mengetahui hak-haknya atas tanah," ujar Richard.
Ia menambahkan, kepastian hukum di bidang pertanahan hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak memiliki kesadaran untuk menjaga kelengkapan administrasi dan menghindari praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan konflik.
Karena itu, Richard mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung terwujudnya tertib administrasi pertanahan sebagai langkah preventif dalam meminimalkan sengketa lahan sekaligus mempersempit ruang gerak mafia tanah.
"Melalui tertib administrasi pertanahan, kita dapat memberikan kepastian hukum serta perlindungan terhadap hak atas tanah masyarakat," pungkasnya.(lib/han)
Editor : Johan Panjaitan