Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pasca Kabar OTT KPK, Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel

Johan Panjaitan • Jumat, 3 Juli 2026 | 10:17 WIB

Ruang kerja Bupati Langkat, Syah Afandin disegel. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Ruang kerja Bupati Langkat, Syah Afandin disegel. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

 

STABAT, SumutPos.Jawapos.com-Pasca beredarnya kabar operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumatera Utara, ruang kerja Bupati Langkat Syah Afandin di Kantor Bupati Langkat, Stabat, tampak telah disegel.

Penyegelan tersebut menjadi pemandangan paling mencolok di tengah aktivitas perkantoran yang berjalan relatif normal, Jumat (3/7/2026). Pegawai maupun masyarakat masih terlihat hilir mudik di kompleks kantor pemerintahan, namun akses menuju ruang kerja orang nomor satu di Kabupaten Langkat itu tertutup rapat.

Di pintu kaca ruang kerja bupati pada lantai dua, terpasang stiker merah putih bertuliskan “Dalam Pengawasan KPK”. Pada stiker itu juga tercantum tanda tangan penyelidik atas nama Bayu dengan tanggal Kamis, 2 Juli 2026.

Baca Juga: Terjaring OTT KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Diamankan Saat Hadiri HUT APKASI, Kekayaannya Capai Rp10,6 Miliar

Tidak hanya pintu utama ruang kerja Bupati Langkat yang disegel. Pintu menuju ruang pertemuan di area yang sama juga tampak diberi tanda pengawasan serupa.

 

Satpol PP Sempat Larang Peliputan

Suasana di sekitar lokasi sempat diwarnai larangan peliputan. Seorang anggota Satpol PP yang berjaga meminta awak media tidak mengambil gambar maupun video.

“Petugas KPK yang melarang untuk jangan mengambil video,” ujar petugas tersebut.

Namun setelah diminta memberikan keterangan resmi, petugas itu memilih mundur dan akhirnya mempersilakan wartawan melakukan peliputan.

Baca Juga: Rutan Sidikalang Razia 15 Kamar Hunian, Sita Sajam Rakitan dan Kartu Remi, Tegaskan Perang terhadap Narkoba

Sebelumnya, kabar mengejutkan berembus dari Kota Binjai pada Kamis (2/7/2026). Aparat yang disebut berasal dari KPK dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan yang diduga berkaitan dengan praktik penerimaan fee proyek.

Dalam operasi tersebut, sejumlah pihak disebut diamankan. Tim penindakan kemudian dikabarkan bergerak ke Medan untuk melakukan pengembangan dan menelusuri pihak-pihak lain yang diduga terkait.

Informasi yang beredar menyebut pihak yang diamankan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari rekanan proyek, pihak swasta, hingga kepala daerah. Namun hingga kini KPK belum mengumumkan secara resmi konstruksi perkara maupun identitas seluruh pihak yang diamankan.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Bupati Langkat #ott #Ruang Kerja Kadisdik Karo Ambruk #disegel #kpk