Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pasca OTT KPK, Wabup Langkat Tiorita Menangis: “Saya Tidak Tahu Keberadaan Pak Bupati”

Johan Panjaitan • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:48 WIB

Wabup Langkat, Tiorita br Surbakti saat diwawancarai usai nobar Piala Dunia 2026 di Pendopo Jentera Malay, Stabat. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Wabup Langkat, Tiorita br Surbakti saat diwawancarai usai nobar Piala Dunia 2026 di Pendopo Jentera Malay, Stabat. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

 

STABAT, SumutPos.Jawapos.com – Suasana haru menyelimuti Pendopo Jentera Malay, Stabat, usai kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026). Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti tak kuasa menahan air mata saat dimintai tanggapan mengenai diamankannya Bupati Langkat Syah Afandin dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan suara bergetar, Tiorita memilih tidak banyak berkomentar mengenai proses hukum yang tengah berlangsung. Ia menegaskan menghormati asas praduga tak bersalah dan berharap persoalan tersebut dapat dilalui dengan baik.

"Saya menghormati saja asas praduga tak bersalah. Saya berdoa, khususnya untuk Kabupaten Langkat, agar Pak Bupati selalu dalam lindungan Allah SWT," ujar Tiorita didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Amril.

Ketua DPD Partai Golkar Langkat itu juga menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga Syah Afandin agar tetap tabah menghadapi ujian yang sedang dihadapi.

Baca Juga: Gol Kroasia Dianulir VAR, Teknologi Connected Ball Pastikan Gvardiol Offside, Portugal Lolos Dramatis

Saat ditanya kapan terakhir kali bertemu dengan Bupati Langkat, Tiorita mengaku pertemuan terakhir terjadi sekitar dua hari lalu, tepatnya saat peringatan Hari Bhayangkara.

"Semalam atau dua hari yang lalu saya bertemu sewaktu Hari Bhayangkara. Aduh... saya sudah tidak bisa ngomong lagi. Semoga Pak Bupati sehat, jaga kesehatan, selalu berdoa," katanya sambil menahan tangis.

Ia juga mengaku hingga saat ini belum mengetahui keberadaan Syah Afandin setelah diamankan KPK.

"Langkat harus kuat dan maju agar lebih baik dan sejahtera. Saya tidak tahu sampai detik ini di mana keberadaan Pak Bupati," ujarnya.

KPK: Tujuh Orang Diamankan

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, tim penindakan mengamankan tujuh orang dalam operasi senyap yang berlangsung di wilayah Langkat, Binjai, dan Medan.

Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan penyelenggara negara, satu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, dan lima lainnya berasal dari kalangan swasta.

Baca Juga: Orang Tua Perlu Cek Komposisi Produk Nutrisi Anak, Prof Rini: Jangan Hanya Lihat Klaim Kemasan

"Satu orang merupakan penyelenggara negara, satu orang merupakan ASN di Kabupaten Langkat, dan lima orang lainnya merupakan pihak swasta," ujar Budi.

Ia memastikan bahwa salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Langkat Syah Afandin.

"Tujuh orang yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini diamankan di wilayah Langkat, Binjai, dan juga Medan," tambahnya.

Diduga Terkait Fee Proyek

Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga merupakan bagian dari pembayaran fee proyek.

Menurut Budi, uang tersebut diduga diberikan pihak swasta kepada Bupati Langkat sebagai bagian dari praktik suap.

"Uang tunai senilai ratusan juta rupiah diduga merupakan bagian dari fee proyek yang diberikan oleh pihak swasta kepada Bupati," ungkapnya.

KPK saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang diamankan. Pemeriksaan awal dilakukan di Polrestabes Medan sebelum para pihak dibawa ke Jakarta untuk proses lebih lanjut.

Dugaan Suap Proyek Dinas Pendidikan dan Perkim

KPK mengungkapkan, perkara yang sedang didalami berkaitan dengan dugaan suap dalam pelaksanaan proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.

Selain dugaan suap proyek, penyidik juga akan menelusuri kemungkinan adanya penerimaan lain yang mengarah pada gratifikasi atau tindak pidana korupsi lainnya.

"Perkara ini diduga terkait dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim Kabupaten Langkat. Tentunya nanti juga akan didalami apakah terdapat penerimaan lainnya atau gratifikasi yang dilakukan oleh Bupati maupun penyelenggara negara lainnya," jelas Budi.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#wabup langkat #Bupati Langkat #Tiorita br Surbakti #Syah Afandin #ott kpk