Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bupati Labusel Jenguk Korban Kecelakaan Maut Kotapinang, Pastikan Pengobatan dan Santunan Berjalan

Johan Panjaitan • Senin, 6 Juli 2026 | 16:02 WIB
Bupati Fery Sahputra Simatupang S.H saat jenguk korban lakalantas akibat truk rem blong.(Khairuddin/Sumut Pos)
Bupati Fery Sahputra Simatupang S.H saat jenguk korban lakalantas akibat truk rem blong.(Khairuddin/Sumut Pos)

 

LABUHANBATU SELATAN,Sumutpos.jawapos.com – Duka masih menyelimuti tragedi kecelakaan maut yang mengguncang pusat Kota Kotapinang beberapa hari lalu. Di tengah proses pemulihan para korban, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan memastikan negara hadir memberikan pelayanan kesehatan dan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak.

Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, mengunjungi para korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Kotapinang, Senin (6/7/2026). Kehadiran orang nomor satu di Labusel itu bukan sekadar memberikan dukungan moril, tetapi juga memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis secara maksimal serta hak-hak mereka terpenuhi.

Memasuki ruang perawatan satu per satu, Fery berdialog dengan korban dan keluarga yang mendampingi. Ia menyampaikan doa agar para korban segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.

"Yang terpenting saat ini, Bapak dan Ibu fokus menjalani pengobatan dan proses pemulihan. Untuk mekanisme pembiayaan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku melalui pihak-pihak terkait, sehingga keluarga dapat lebih tenang mendampingi proses perawatan," ujar Fery.

Pengobatan Menjadi Prioritas

Bupati menegaskan, keselamatan dan pemulihan kesehatan korban menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Karena itu, keluarga diminta tidak terbebani persoalan administrasi selama proses perawatan berlangsung.

Baca Juga: Kebijakan Moneter AS Kian Longgar, Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat

Ia menjelaskan, korban kecelakaan lalu lintas yang memenuhi persyaratan akan memperoleh santunan biaya perawatan dari Jasa Raharja sesuai regulasi yang berlaku. Apabila biaya pengobatan masih memerlukan pembiayaan lanjutan, mekanismenya dapat dikoordinasikan melalui BPJS Kesehatan.

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap keluarga dapat sepenuhnya fokus mendampingi proses penyembuhan tanpa dibayangi kekhawatiran mengenai biaya pengobatan.

Selain menemui korban, Bupati juga berkoordinasi dengan jajaran RSUD Kotapinang untuk memastikan pelayanan medis, ketersediaan fasilitas, hingga penanganan pasien berjalan optimal sampai seluruh korban dinyatakan pulih.

Tragedi yang Berawal dari Rem Membatu

Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu malam itu meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Labuhanbatu Selatan.

Truk Fuso bermuatan barang kelontong yang dikemudikan Syamsuddin (62), warga Tanjung Balai, melaju dari Medan menuju Bagan Batu, Riau. Selama lebih dari tiga dekade menjadi sopir lintas Sumatera, rute tersebut bukanlah perjalanan asing baginya.

Baca Juga: Portugal vs Spanyol: La Roja Berburu Revans atas Ronaldo dkk

Namun, ketika melintasi turunan Bukit Kotapinang sekitar pukul 23.10 WIB, perjalanan rutin itu berubah menjadi petaka.

Menurut pengakuan Syamsuddin, sistem pengereman tiba-tiba tidak berfungsi saat kendaraan mulai menuruni bukit.

"Rem membatu. Terasa keras. Diinjak tak bisa menghentikan kendaraan yang semakin melaju di turunan," tuturnya dari ruang perawatan RSUD Rantauprapat.

Ia mengaku sempat berusaha mengocok pedal rem berulang kali. Namun, laju truk terus bertambah hingga akhirnya menghantam sejumlah kendaraan dan bangunan di pusat Kota Kotapinang.

Kota yang Seketika Berubah Mencekam

Dalam hitungan detik, suasana malam di Jalan Jenderal Sudirman berubah menjadi kepanikan.

Truk yang melaju tanpa kendali menabrak sepeda motor, mobil, warung pedagang, tiang listrik, hingga bangunan ruko sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah showroom sepeda motor.

Warga yang semula menikmati akhir pekan berlarian menyelamatkan diri ketika dentuman keras memecah malam.

Baca Juga: Assad Syah Pimpin Perkemi Kota Binjai

Akibat insiden tersebut, dua orang meninggal dunia, sebelas lainnya mengalami luka-luka, sementara puluhan kendaraan serta sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Bandrek yang Tak Pernah Selesai Diminum

Di antara korban luka terdapat Rina Gustina Nasution (44), guru swasta di SMK KH Dewantara.

Malam itu, Rina hanya berniat menikmati segelas bandrek di warung langganannya bersama beberapa rekannya.

"Mamak memang sering belanja di kedai bandrek itu," ujar putrinya, Arlin Harahap.

Namun, obrolan santai mereka mendadak terhenti ketika truk datang tanpa kendali. Kini Rina masih menjalani perawatan setelah sebelumnya dirujuk dari RSUD Kotapinang.

Segelas bandrek yang dipesannya malam itu tak pernah sempat dinikmati.

Menunggu Jawaban dari Penyelidikan

Di ruang perawatan rumah sakit, Syamsuddin mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa kecelakaan tersebut merenggut dua nyawa.

"Tidak menyangka peristiwa ini terjadi," ucapnya pelan.

Baca Juga: Brasil vs Norwegia 1-2: Brace Erling Haaland Hancurkan Mimpi Selecao, Løvene Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kegagalan fungsi sistem pengereman. Olah tempat kejadian perkara telah dilakukan, kendaraan yang terlibat diperiksa, dan keterangan sejumlah saksi masih terus dikumpulkan.

Apa pun hasil investigasi nantinya, tragedi di Bukit Kotapinang telah meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga. Di balik angka korban dan kerusakan yang tercatat, tersimpan kisah kehilangan, rasa bersalah, serta perjuangan panjang para korban untuk kembali bangkit.(mag-5/fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#fery sahputra #menjenguk #bupati labusel #truk