LIMA PULUH, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Batubara menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan sosial melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat. Komitmen itu ditandai dengan pelaksanaan Puncak Bakti Sosial Terintegrasi Kementerian Sosial Republik Indonesia di Aula A Kantor Bupati Batubara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (6/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial RI, atas berbagai program bantuan yang dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Batu Bara, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Sosial Republik Indonesia. Kami berharap bantuan yang diberikan hari ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," ujar Baharuddin.
Baca Juga: Argentina vs Mesir: Messi Ditantang "26 Messi"
Kegiatan yang digelar melalui sinergi Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Bahagia Medan bersama Pemerintah Kabupaten Batu Bara itu menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan sosial bagi kelompok masyarakat rentan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, Kepala Sentra Bahagia Medan Teguh Supriyono, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara, jajaran perangkat daerah, hingga para camat se-Kabupaten Batu Bara.
Pada kesempatan itu, Kemensos menyerahkan secara simbolis berbagai bantuan sosial kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Bantuan tersebut mencakup Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), bantuan kewirausahaan, bantuan nutrisi, alat bantu bagi penyandang disabilitas, bantuan sandang, bantuan tunggakan SPP dan perlengkapan sekolah, program bebas pasung, bantuan usaha keluarga, hingga penguatan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Kekasih Jiwa.
Kepala Sentra Bahagia Medan, Teguh Supriyono, menjelaskan seluruh bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 dan 2, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Menurutnya, program tersebut dirancang agar penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan sesaat, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian dan menjalankan fungsi sosialnya dengan lebih baik.
Baca Juga: Portugal Tersingkir Dramatis, Gol Merino Akhiri Mimpi Ronaldo dan Era Martinez
"Melalui Asistensi Rehabilitasi Sosial ini, kami berharap masyarakat pada desil 1 dan 2 dapat terbantu sehingga beban hidupnya menjadi lebih ringan. Bantuan yang diberikan berupa alat bantu seperti kursi roda, bantuan kewirausahaan, hingga bantuan nutrisi. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memaksimalkan pelayanan sosial kepada masyarakat," ujarnya.
Selain bantuan dari Kemensos, Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah itu menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi warga yang membutuhkan.
Baharuddin menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pelayanan sosial yang terintegrasi akan membuat bantuan lebih tepat sasaran sekaligus menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.(lib/han)
Editor : Johan Panjaitan