DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Suasana duka menyelimuti Dusun II Juma Gunung, Desa Bakal Julu, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Minggu (19/7). Di tengah isak tangis keluarga, dua anak yang selamat dari kecelakaan maut di Jalan Medan–Berastagi tetap memaksakan diri pulang dari rumah sakit demi mengantar kedua orang tua mereka ke peristirahatan terakhir.
Rinto Sitinjak (23) dan adiknya, Gabe Roida boru Sitinjak (18), menjadi korban selamat dalam tabrakan beruntun yang terjadi di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (17/7). Kecelakaan itu merenggut nyawa ayah mereka, Heppi Sitinjak (60), ibu mereka, Dinaria boru Manik (60), serta abang sepupu mereka, Samsir Sitinjak (43).
Meski masih menjalani perawatan di RSUP H. Adam Malik Medan, keduanya memohon kepada pihak keluarga agar diizinkan pulang untuk melihat jenazah orang tua mereka untuk terakhir kalinya.
Permintaan itu akhirnya dikabulkan.
Baca Juga: Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Kenyang Pengalaman dan Siap Pimpin Laga Bersejarah
Dengan menggunakan ambulans, Rinto dan Gabe dibawa menuju kampung halaman. Kondisi keduanya masih jauh dari pulih. Gabe harus tetap berbaring di atas matras rumah sakit dan ditandu turun dari ambulans karena luka yang dideritanya belum memungkinkan untuk berdiri. Sementara Rinto masih harus dipapah saat berjalan menuju rumah duka.
Tangis keluarga pecah ketika kedua bersaudara itu tiba. Di tengah rasa sakit akibat luka yang belum sembuh, mereka harus menerima kenyataan pahit kehilangan kedua orang tua sekaligus anggota keluarga lainnya dalam satu peristiwa tragis.
Sementara itu, adik mereka, Five Sitinjak (11), hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU anak RSUP H. Adam Malik Medan akibat mengalami luka berat.
Kepala Desa Bakal Julu, Sahala Boiner Situmorang, mengungkapkan, sebelum kecelakaan terjadi, keluarga tersebut berangkat dari rumah sekitar pukul 04.30 WIB.
Baca Juga: Rizki Lubis Minta Drainase Bebas Sampah, Antisipasi Banjir di Musim Hujan
Saat itu mereka bermaksud mengantar Gabe Roida ke Medan agar dapat melanjutkan perjalanan menuju Jambi untuk kembali menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Namun perjalanan yang semula penuh harapan berubah menjadi duka mendalam.
Mobil Suzuki Ertiga yang mereka tumpangi, milik Samsir Sitinjak dan saat itu dikemudikan oleh Rinto Sitinjak, terlibat tabrakan beruntun di Jalan Nasional Medan–Berastagi, tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit.
Insiden tersebut diduga dipicu truk bermuatan berat yang mengalami rem blong hingga menghantam sejumlah kendaraan di depannya.
Tiga korban yang meninggal dunia dimakamkan berdampingan di kampung halaman mereka di Dusun II Juma Gunung.
Baca Juga: BMKG: Sumut Masih Berpotensi Diguyur Hujan Tiga Hari ke Depan, Warga Diminta Tetap Waspada
Tragedi itu tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga kembali memunculkan sorotan terhadap keselamatan di jalur nasional Medan–Berastagi yang selama ini dikenal rawan kecelakaan, khususnya akibat kendaraan berat yang mengalami gagal fungsi pengereman.
Masyarakat berharap pemerintah bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur tersebut, termasuk memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan berat yang melintas.
Selain itu, kepolisian juga didorong mengusut tuntas penyebab kecelakaan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian dari pihak pengemudi maupun perusahaan angkutan, agar tragedi serupa tidak kembali merenggut nyawa pengguna jalan.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan