MEDAN, SUMUT POS- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Sumatera Utara. Kali ini, kebakaran dilaporkan terjadi di Desa Siboro, Kecamatan Sianjar Mula Mula, Kabupaten Samosir, Selasa (25/8/2026) malam.
Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumatera Utara melalui laporan kejadian Nomor SPARTAN/KPH-XIII/009 tertanggal 25 Agustus 2026, kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 18.30 WIB.
Kebakaran terjadi pada kawasan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) dengan tutupan lahan berupa semak belukar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,5 hektare.
Baca Juga: Pergantian Pimpinan DPRD Medan, Sri Rezeki Gantikan Rajudin Sagala
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Sumatera Utara, Heri Wahyudi Marpaung, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan melakukan penanganan bersama sejumlah unsur terkait.
“Bersama ini kami laporkan kejadian kebakaran hutan yang terjadi di Desa Siboro, Kecamatan Sianjar Mula Mula, Kabupaten Samosir,” kata Heri dalam keterangannya kepada Sumut Pos, Rabu (26/8/2026).
Heri menjelaskan, hingga laporan dibuat, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pemadaman secara langsung untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
“Sekitar pukul 18.30 WIB terjadi kejadian karhutla. Penyebabnya belum diketahui dan sekitar pukul 21.00 WIB api dapat dipadamkan oleh tim BPBD Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.
Upaya pemadaman dilakukan secara langsung di lokasi kebakaran. Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XIII melalui Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla), TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran hingga masyarakat setempat.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan titik api dapat segera dikendalikan sekaligus mencegah munculnya titik api baru di sekitar lokasi.
Berdasarkan kondisi terakhir yang dilaporkan DLHK Sumut, api telah berhasil dipadamkan pada sekitar pukul 21.00 WIB. Dengan demikian, status kondisi lapangan dinyatakan api sudah padam.
Meski demikian, penyebab kebakaran masih dalam penelusuran. DLHK Sumut juga belum menyebutkan adanya korban jiwa maupun kerusakan terhadap bangunan dalam kejadian tersebut.
Kebakaran yang terjadi di Samosir ini menambah daftar kejadian karhutla yang dilaporkan terjadi di Sumatera Utara. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran pada lahan semak belukar berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani, terutama ketika kondisi cuaca dan vegetasi mendukung penyebaran api.
DLHK Sumut bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lapangan setelah api dipadamkan. Langkah tersebut penting untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran.
Heri menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk aparat, pemerintah daerah dan masyarakat. Kecepatan dalam merespons laporan kebakaran menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Pemadaman langsung dilakukan dengan melibatkan KPH XIII, TNI/Polri, BPBD, Damkar dan masyarakat,” kata Heri.
DLHK Sumut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.
Dengan berhasilnya pemadaman di Desa Siboro, kondisi lokasi untuk sementara dinyatakan aman dari kobaran api. Namun, pemantauan tetap diperlukan guna memastikan kebakaran tidak kembali muncul dari sisa bara di sekitar area yang sebelumnya terbakar. (san/ram)
Editor : Juli Rambe