PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com – Kondisi Jembatan Conoko yang menjadi penghubung vital antara Simpang Desa Sibodak, Kecamatan Hutaraja Tinggi, dan Transpir 1A, Kecamatan Sosa Timur, Kabupaten Padang Lawas, kian mengkhawatirkan.
Jembatan yang melintasi kawasan PTPN4 Sosa 2 tersebut mengalami kemiringan pada struktur utama disertai keretakan pada bagian penopang. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran akan potensi kerusakan lebih parah hingga risiko ambruk apabila tidak segera mendapat penanganan permanen.
Pantauan di lokasi, Selasa (1/9/2026), memperlihatkan struktur jembatan yang tampak membengkok dan miring. Dari sisi samping, bentuk konstruksi bahkan terlihat melengkung cukup parah.
Kerusakan bukan sekadar persoalan estetika konstruksi. Bagian penting dari struktur jembatan disebut telah mengalami keretakan dan patah sehingga membutuhkan penanganan serius.
Baca Juga: 455 SPPG MBG Ditutup karena Tak Lolos Standar
Mekanik PKS PTPN4, Kiki Edo Syahputra Siregar, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan penanganan yang dilakukan selama ini masih sebatas perbaikan darurat.
“Balok habim jembatan sudah retak patah dan butuh perbaikan total. Sementara ini kami hanya bisa mengelas dan menempel secara darurat. Namun, Jembatan Conoko ini seharusnya digarap secara serius. Tambal sulam tidak akan bertahan lama dengan volume kendaraan yang melintas saban hari,” tegas Kiki.
Urat Nadi Mobilitas Warga
Jembatan Conoko bukan sekadar sarana penyeberangan. Bagi masyarakat di kawasan tersebut, jembatan ini menjadi jalur penting yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan hingga akses pelayanan kesehatan antarkawasan.
Warga dari Desa Lubuk Bunut, Sibodak dan Sosa Jae di Kecamatan Hutaraja Tinggi hingga masyarakat Kecamatan Sosa Timur menggunakan akses tersebut setiap hari.
Selain mobilitas warga, jalur ini juga menjadi lintasan kendaraan yang mengangkut hasil perkebunan, terutama komoditas sawit dari kawasan sekitar PTPN4 Sosa 2.
Jika kondisi jembatan semakin memburuk, dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna jalan. Distribusi hasil perkebunan dan aktivitas ekonomi masyarakat berpotensi ikut terganggu.
Baca Juga: Djokovic Menangis, Rekor 20 Tahun Runtuh di Babak Pertama US Open
Kekhawatiran itulah yang membuat warga meminta pemerintah daerah tidak menunggu sampai kerusakan berubah menjadi bencana.
“Kondisinya sudah sangat darurat. Dari samping saja bentuknya sudah meliuk seperti ular. Kami mohon Pemkab turun tangan secara serius karena ini akses vital penyeberangan kami,” ujar seorang warga.
Jangan Tunggu Ambruk
Warga menilai perbaikan permanen harus menjadi prioritas sebelum struktur jembatan mengalami kegagalan total.
Apabila Jembatan Conoko benar-benar tidak dapat dilalui, masyarakat akan menghadapi persoalan mobilitas sekaligus terganggunya jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Yang menjadi perhatian, hingga pantauan dilakukan belum terlihat adanya plang peringatan keselamatan maupun pembatasan muatan kendaraan di sekitar jembatan.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian, mengingat struktur jembatan telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang cukup serius.
Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten Padang Lawas melalui dinas terkait segera melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Audit konstruksi diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan renovasi atau pembangunan kembali bagian jembatan yang mengalami kerusakan.
Pemkab Belum Beri Tanggapan
Upaya konfirmasi terkait kondisi Jembatan Conoko telah dilakukan kepada Sekretaris Daerah Padang Lawas, Dr. H. Panguhum Nasution, S.Sos., M.AP., dan Ketua DPRD Padang Lawas, Luat Hasibuan, S.E.
Namun, hingga berita ini diturunkan, pesan singkat yang disampaikan awak media belum mendapat tanggapan.
Baca Juga: 3.048 Korban Banjir Bandang Nepal Masih Hilang, Pemerintah Kesulitan Petakan Dampak Bencana
Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan lapangan. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan akses tetap aman digunakan.
Sebab, bagi masyarakat Hutaraja Tinggi dan Sosa Timur, Jembatan Conoko bukan sekadar konstruksi beton dan besi. Di atas jembatan itulah aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan dan mobilitas warga setiap hari bertumpu. (mit/han)
Editor : Johan Panjaitan