MEDAN, SUMUT POS- Sebanyak 37 siswa menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan insiden makanan di SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada Senin (14/9/2026).
Ketua Tim Pemantau MBG Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Fauzi Hardiansyah mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II untuk mengetahui perkembangan kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan.
Menurut Fauzi, sebagian siswa yang sebelumnya telah diperbolehkan pulang pada malam hari kembali masuk ke rumah sakit pada pagi harinya karena masih mengalami keluhan.
Baca Juga: Penjual Nasi Goreng di Tuasan Ditangkap!
"Pagi tadi kita sudah koordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Wilayah 2, ada 37 orang yang kembali masuk untuk dirawat," ujar Fauzi saat memberikan keterangannya di kantor Gubernur Sumut, Rabu (16/9/2026).
Para siswa tersebut saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Ernita, Kabanjahe. Terang menyebutkan, kondisi para siswa secara umum sudah mulai membaik dibandingkan saat pertama kali mendapatkan penanganan.
"Kondisinya sudah mulai membaik, tetapi masih dalam perawatan. Nanti perkembangan lebih lanjut akan kita sampaikan," katanya.
Fauzi mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi siswa yang terdampak. Koordinasi juga dilakukan bersama pihak sekolah dan jajaran terkait untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Insiden tersebut kembali menjadi perhatian karena terjadi setelah para siswa diduga mengalami gangguan kesehatan usai menerima makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinas Pendidikan Sumut juga menyoroti aspek pengawasan dalam proses distribusi makanan dari dapur penyedia hingga sampai ke sekolah. Salah satu bentuk pengawasan yang selama ini dilakukan di sekolah adalah guru mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.
"Pengawasan tetap ada, yang pastinya sebelum dimakan oleh siswa, guru terlebih dahulu ikut mencicipi makanan," jelas Fauzi.
Namun, menurutnya, terdapat persoalan lain yang perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan lamanya waktu pengiriman makanan dari dapur menuju sekolah.
Sebab, makanan yang telah selesai disiapkan di dapur membutuhkan waktu untuk didistribusikan hingga tiba di sekolah. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam evaluasi pelaksanaan MBG.
"Kadang-kadang waktu penyampaian makanan dari dapur ke sekolah itu terlalu lama," ungkapnya.
Karena itu, selain memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi, pengawasan terhadap proses distribusi juga menjadi bagian penting yang perlu diperkuat.
Dinas Pendidikan Sumut akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk memantau kondisi siswa serta mengevaluasi pelaksanaan pemberian makanan di sekolah.
Perkembangan kondisi 37 siswa yang kembali menjalani perawatan tersebut selanjutnya akan diperbarui setelah dilakukan pemantauan lebih lanjut pada sore hari.(san/ram)
Editor : Juli Rambe