sumutpos.jawapos.com – Usia hampir satu abad tidak menghentikan langkah Betty Bromage untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Perempuan berusia 97 tahun asal Gloucestershire, Inggris, membuktikan bahwa semangat hidup tidak mengenal batas ketika ia melakukan aksi ekstrem wing walking atau berdiri di atas sayap pesawat yang sedang terbang.
Melansir Instagram @cretivox, Rabu (2/9/2026), aksi berani itu dilakukan Betty pada 4 Agustus 2026, sekitar setahun setelah dirinya mengalami stroke yang membuatnya harus menjalani perawatan di Cheltenham General Hospital. Bukan sekadar mengejar sensasi atau memecahkan rekor, aksi tersebut menjadi bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada tim medis yang membantunya melewati masa sulit.
Dengan mengenakan harness dan sistem pengaman berupa tali khusus, Betty berdiri di atas sayap pesawat biplane selama penerbangan yang berlangsung sekitar lima menit. Di usia yang bagi banyak orang identik dengan masa beristirahat, Betty justru memilih menghadapi tantangan di udara demi membantu orang lain.
Baca Juga: Lelang 53 Kendaraan Dinas, Pemkab Dairi Raup Rp2,64 Miliar
Dana yang terkumpul dari aksi tersebut ditujukan untuk mendukung Stroke Unit di rumah sakit tempat ia menjalani pemulihan. Hingga 31 Agustus 2026, penggalangan dana Betty telah mencapai £4.150, ditambah £835 dari Gift Aid.
Bagi Betty, keberanian itu bukan hanya tentang aksi spektakuler di atas pesawat. Lebih dari itu, ia ingin menunjukkan apresiasi kepada para tenaga kesehatan sekaligus membantu pasien stroke lainnya mendapatkan perawatan terbaik.
Kisah Betty menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak selalu berarti kembali ke kondisi sebelumnya, tetapi juga menemukan cara baru untuk menjalani hidup dengan penuh makna. Setelah melewati stroke, ia memilih membalas kebaikan dengan tindakan yang menginspirasi banyak orang.
Baca Juga: Plt Kadis PUTR Langkat Perkuat Kolaborasi dengan Pelaku Jasa Konstruksi
Di media sosial, kisah Betty menuai banyak respons positif. Sejumlah warganet mengaku kagum melihat semangat perempuan lanjut usia tersebut yang tetap berani mencoba hal baru. Ada yang menyebut aksi Betty sebagai bukti bahwa usia hanyalah angka, sementara yang lain menilai kepeduliannya terhadap pasien stroke jauh lebih mengesankan dibanding aksi ekstrem yang dilakukannya.
Bagi Betty Bromage, langit bukan sekadar tempat untuk menantang adrenalin. Lima menit di atas sayap pesawat menjadi simbol perjalanan panjangnya bangkit dari stroke sekaligus pesan bahwa seseorang tetap bisa memberi arti, berapa pun usianya.(lin)
Editor : Redaksi