sumutpos.jawapos.com — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Riau. Mutiara Faiza, siswi asal Pekanbaru yang menempuh pendidikan di MAN Insan Cendekia (IC) Siak, berhasil meraih total sembilan Letter of Acceptance (LoA) dari tujuh kampus ternama dunia.
Melansir Instagram @lambegosiip, Jumat (10/4/2026), deretan universitas yang menerima Mutiara tidak main-main, di antaranya University of Toronto (dua LoA), Monash University, University of Adelaide, Ritsumeikan Asia Pacific University dengan beasiswa 80 persen, University of Western Australia, Victoria University of Wellington, serta University of Auckland (dua LoA).
Tak hanya itu, Mutiara juga dinyatakan lolos ke Universitas Indonesia melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Tebing Tinggi Perkuat Sinergi dan Siapkan Langkah Terukur
Sejak duduk di bangku sekolah, Mutiara dikenal aktif dan konsisten mengembangkan diri. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan literasi, organisasi, hingga kompetisi. Bahkan, sejak usia muda, ia telah menulis buku tunggal berjudul Pigura yang Hilang dan Kenangan Merah Putih saat masih di jenjang SD dan SMP.
Di MAN IC Siak, aktivitasnya semakin berkembang. Ia aktif di RUPIL (Rumah Terampil), English Club, PIK-R, serta Pramuka. Dalam bidang prestasi, Mutiara meraih Juara 2 FLS2N cabang cerpen tingkat kabupaten tahun 2024, serta Juara 3 Social Media Campaign bertema “Study in New Zealand”. Ia juga mengikuti berbagai ajang nasional dan internasional seperti English Storytelling, MYRES, hingga kompetisi sastra pelajar se-ASEAN.
Dalam sebuah wawancara, Mutiara menekankan pentingnya memiliki arah dan persiapan sejak dini. Menurutnya, kesuksesan tidak selalu dimulai dari kemampuan luar biasa, tetapi dari langkah kecil yang konsisten.
Baca Juga: PLN UID Sumatera Utara Raih 3 Penghargaan di Nusantara CSR Awards 2026
“Tidak harus langsung hebat, tapi harus tahu arah. Pelan-pelan cari informasi, coba banyak hal, dan biasakan punya inisiatif. Mimpi besar itu butuh langkah kecil yang konsisten,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa memiliki tujuan sejak kelas 10 membuat proses belajarnya selama tiga tahun menjadi lebih terarah dan membuka lebih banyak peluang.
Kisah Mutiara menjadi inspirasi bagi pelajar Indonesia bahwa akses ke pendidikan global bukan hal yang mustahil. Dengan tekad, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar, pintu dunia bisa terbuka lebar, bahkan dari ruang kelas di daerah. (lin)
Editor : Redaksi