sumutpos.jawapos.com – Pemerintah China mengambil langkah baru dalam mengatur perkembangan teknologi robot humanoid dengan mewajibkan setiap robot yang menyerupai manusia memiliki identitas digital layaknya kartu tanda penduduk (KTP). Kebijakan ini diterapkan untuk mempermudah pengelolaan, pengawasan, serta pelacakan aktivitas robot yang semakin banyak beroperasi di ruang publik.
Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (8/6/2026), langkah tersebut muncul seiring pesatnya pertumbuhan industri robot humanoid di China. Dalam beberapa tahun terakhir, robot-robot canggih tidak lagi hanya digunakan di pabrik, tetapi juga mulai hadir di sektor layanan, kesehatan, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari.
Melalui sistem identitas digital baru ini, setiap robot humanoid akan memperoleh nomor registrasi unik yang terhubung dengan data produsen, pemilik, serta operator yang bertanggung jawab atas penggunaannya. Dengan demikian, keberadaan dan aktivitas robot dapat ditelusuri secara lebih mudah apabila terjadi masalah atau pelanggaran aturan.
Baca Juga: Ratusan Warga Ikuti Fun Walk HUT STM PSAB & Pemuda Pancasila Timbang Deli
Pemerintah China menilai kebijakan tersebut penting untuk meningkatkan keamanan dan akuntabilitas di tengah semakin tingginya penggunaan robot cerdas. Selain itu, identitas digital juga diharapkan dapat membantu mencegah penyalahgunaan teknologi, termasuk penggunaan robot untuk aktivitas ilegal atau yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Para pengamat teknologi menilai kebijakan ini menjadi salah satu langkah awal dalam membangun kerangka regulasi yang lebih komprehensif bagi era kecerdasan buatan dan robotika. Seiring kemampuan robot yang semakin canggih, kebutuhan akan aturan yang jelas terkait tanggung jawab hukum dan etika penggunaan teknologi juga semakin mendesak.
China sendiri saat ini menjadi salah satu negara dengan perkembangan industri robot humanoid tercepat di dunia. Sejumlah perusahaan teknologi dan manufaktur berlomba mengembangkan robot yang mampu berjalan, berinteraksi, hingga melakukan pekerjaan yang sebelumnya hanya dapat dilakukan manusia.
Baca Juga: Didik Runner Buktikan Usia Bukan Halangan, Berlari 1.884 Hari Tanpa Putus Sejak 2017
Dengan adanya identitas digital resmi, pemerintah berharap integrasi robot humanoid ke dalam kehidupan masyarakat dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan transparan. Kebijakan ini juga diperkirakan akan menjadi acuan bagi negara lain yang tengah menghadapi tantangan serupa dalam mengatur kehadiran robot cerdas di ruang publik.(lin)
Editor : Redaksi