Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kisah Mpok Alpa, dari Hajatan, Viral dan Sejajar dengan Artis Papan Atas

Juli Rambe • Jumat, 15 Agustus 2025 | 13:30 WIB
Mpok Alpa. (Dok: instagram)
Mpok Alpa. (Dok: instagram)

 

SUMUT POS- Dari panggung kecil di hajatan kampung hingga duduk sejajar dengan artis papan atas, merupakan perjalanan kisah hidup Mpok Alpa atau Nina Carolina yang lahir pada 12 Maret 1987.

Dia membuktikan, cerita tentang keberanian, kegigihan, dan bagaimana momen viral bisa menjadi pintu gerbang menuju mimpi besar. Dengan catatan, dibarengi dengan talenta yang tulus.

Jauh sebelum wajahnya menghiasi layar televisi nasional, Mpok Alpa adalah seorang biduanita yang hidup dari suara merdunya. Ia menghibur di pesta pernikahan, syukuran, dan berbagai acara kampung. 

Kala itu, panggung yang ia pijak hanyalah panggung terpal sederhana, penontonnya para tetangga dan kerabat mempelai.

Namun di balik itu, ia sudah memupuk satu modal penting: kemampuan menghibur dengan sepenuh hati, baik lewat lagu maupun celotehannya yang jenaka.

Sampai kemudian hidupnya berubah total pada 2018. Saat itu, ia membuat sebuah video sederhana untuk bercanda pada sang suami. 

Video Sederhana yang Meledak di Media Sosial

Dalam video berdurasi singkat itu, Mpok Alpa berdandan menor. Medok. Alis rapi, bibir merah menyala dan melontarkan keluhan khas emak-emak Betawi yang ingin diajak jalan-jalan. 

Gaya ceplas-ceplosnya, ekspresi tanpa dibuat-buat, dan logat yang kental membuat video itu meledak di media sosial.

“Ya Allah begini amat yak, saban hari megangin penggorengan, megangin panci, belum ngurusin anak. Ajak kita kek, Bang, udah cakep begini. Enggak usah ke mall dah, ke Alpa juga udah girang banget ini,” ujarnya dalam video yang akhirnya menjadi titik balik hidupnya.

Video itu tidak hanya membuat jutaan orang tertawa, tapi juga membuka mata industri hiburan. Masuklah Mpok Alpa ke jajaran artis Ibu Kota yang dinantikan jutaan pasang mata.

Mpok Alpa bukan sekadar sensasi internet; ia punya modal yang lebih besar. Karakter kuat, keaslian, dan sense of humor alami.

Salah satu yang melihat potensi itu adalah mendiang Johnny Iskandar, penyanyi dangdut senior, yang kemudian membawanya masuk ke dunia televisi.

Dari situ, jalan karirnya melejit. Awalnya, Mpok Alpa hanya menjadi bintang tamu di talk show dan program hiburan. Namun setiap kemunculannya selalu berhasil mencuri perhatian. 

Improvisasinya cepat, timing komedinya tepat. Terbukti ia mampu menciptakan suasana hangat sekaligus heboh.

Puncak popularitasnya datang ketika ia menjadi pengisi tetap acara “FYP (For Your Pagi)” di Trans 7. Bersama Raffi Ahmad dan Irfan Hakim, Mpok Alpa menjadi elemen yang tak tergantikan. 

Karakternya sebagai 'emak-emak' yang cerewet tapi menggemaskan membuatnya dekat di hati penonton. Ia tak pernah kalah menonjol meski berada di antara nama-nama besar.

Perjalanan Mpok Alpa adalah kisah yang mengajarkan bahwa keberuntungan dan kesempatan akan bermakna bila bertemu dengan bakat serta kerja keras. 

Dari panggung terpal di perkampungan, ia melangkah ke panggung nasional, membuktikan bahwa mimpi bisa datang dalam wujud yang tak disangka-sangka. Bahkan dari video iseng yang direkam di rumah.

Kini, tawa khasnya tak lagi terdengar. Namun, warisan yang ia tinggalkan bukan hanya rekaman lawakan di televisi atau potongan video viral di media sosial.

Melainkan semangat pantang menyerah, keberanian untuk tampil apa adanya, dan keyakinan bahwa setiap orang punya panggungnya sendiri. Hanya waktu yang tahu kapan tirai itu akan terbuka, dan kapan harus tertutup. (jpc/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
#Mpok Alpa meninggal dunia #Kisah hidup mpok alpa