Sumutpos.jawapos.com-Meski terdengar sepele, kesalahan dalam mengisi air radiator bisa berdampak fatal, salah satunya menyebabkan overheat atau panas berlebih pada mesin.
Dilansir dari Youtube Otomotif Channel, simak ulasan berikut agar Anda tidak mengulangi kesalahan saat menambah atau mengganti air radiator mobil:
1. Mengisi Air Radiator Melebihi Batas Full
Kesalahan paling sering terjadi adalah mengisi air radiator hingga melebihi batas maksimum yang tertera di tabung reservoir.
Jika diisi terlalu penuh, saat mesin panas, tekanan akan mendorong air keluar melalui saluran pembuangan. Akibatnya, volume air radiator berkurang dan mesin bisa mengalami overheat.
Tips:
Selalu isi air radiator hingga batas garis "Full", jangan lebih.
2. Menggunakan Air Biasa Alih-alih Radiator Coolant
Masih banyak yang menggunakan air keran biasa untuk menambah cairan radiator. Padahal, air biasa bersifat korosif, bisa menyebabkan karat, endapan, dan menyumbat saluran radiator.
Gunakan coolant atau cairan radiator khusus yang mengandung zat aditif pendingin dan anti karat.
Pilih coolant sesuai warna yang sudah digunakan sebelumnya (merah, hijau, atau biru).
3. Menambah Air Saat Mesin Masih Panas
Mengisi radiator saat mesin masih panas sangat berisiko! Selain berbahaya karena tekanan tinggi di dalam sistem bisa menyembur keluar, hal ini juga merusak tutup radiator dan menyebabkan sistem pendingin tidak bekerja optimal.
Solusi:
Tunggu hingga mesin benar-benar dingin sebelum membuka tutup radiator atau mengisi air.
4. Menambah Air Lewat Tutup Radiator Langsung
Banyak orang langsung membuka tutup radiator utama untuk menambah air, padahal itu tidak disarankan untuk pengisian harian.
Sebaiknya, cukup menambah melalui tabung reservoir. Tutup radiator memiliki katup (valve) sensitif. Bila rusak, tekanan air tak bisa dikontrol dan berisiko menyebabkan overheat.
5. Tidak Melakukan Bleeding Udara Saat Mengganti Air Radiator
Kesalahan fatal lainnya adalah tidak membuang udara (bleeding) saat mengganti air radiator.
Pada beberapa mobil, terutama sistem pendingin modern, terdapat baut khusus pembuangan udara (bleeding valve).
Jika proses bleeding tidak dilakukan, udara akan terjebak dalam sistem dan menyebabkan aliran air tidak lancar, yang akhirnya berujung pada overheat.
Cara bleeding:
Setelah mengisi air radiator baru, nyalakan mesin dalam kondisi idle.
Buka baut bleeding sampai air keluar tanpa gelembung udara.
Tutup kembali saat aliran stabil.
6. Tidak Mengganti Air Radiator Secara Berkala
Air radiator memiliki masa pakai (lifetime), biasanya setiap 40.000–50.000 km atau setiap 2–3 tahun.
Jika dibiarkan terlalu lama:
Warna cairan akan memudar dan menjadi keruh.
Muncul karat dan kerak, yang bisa menyumbat kisi-kisi radiator.
Sistem pendingin menjadi tidak optimal.
Ciri air radiator harus diganti:
- Warna coolant sudah tidak pekat (misalnya merah jadi pucat).
- Ada endapan kotoran atau kerak.
- Air tampak keruh dan tidak bening.
- Jangan Remehkan Air Radiator
Perawatan sistem pendingin, terutama air radiator, sangat penting untuk menjaga suhu kerja mesin tetap stabil. Kesalahan kecil dalam pengisian atau penggantian bisa berakibat besar: mesin overheat, performa turun, hingga kerusakan komponen vital.(han)
Editor : Johan Panjaitan