MUNCHEN, Sumutpos.jawapos.com- Aroma rivalitas klasik kembali menyelimuti panggung Liga Champions UEFA. Pertemuan antara Real Madrid dan Bayern Munchen di perempat final musim ini bukan sekadar laga besar—melainkan bab lanjutan dari duel paling ikonik dalam sejarah kompetisi.
Kedua raksasa telah bertemu 28 kali, dengan 26 di antaranya terjadi di fase gugur. Namun dalam satu dekade terakhir, dominasi jelas berada di tangan Los Blancos. Sejak musim 2013–2014, Real tak tersentuh kekalahan dalam delapan pertemuan terakhir, termasuk enam kemenangan yang mempertegas status mereka sebagai “momok” bagi Die Roten.
Baca Juga: Harapan di Balik Baju Lebaran: Yayasan Syuhada Ajak Anak Kurang Mampu Berbagi Kebahagiaan
Tekanan pun kini berada di kubu Bayern. Eksekutif olahraga klub, Max Eberl, menegaskan tekad untuk memutus kutukan tersebut. “Kami belum pernah mengalahkan Real sejak 2014. Sekarang waktunya,” ujarnya.
Sementara itu, striker andalan Bayern Munchen, Harry Kane, mengakui kualitas lawan, namun menegaskan timnya siap menghadapi tantangan besar. Dengan torehan 50 gol di Liga Champions, Kane menjadi salah satu tumpuan utama harapan Bayern.
Ulangan Panas PSG vs Liverpool
Di laga lain, juara bertahan Paris Saint-Germain akan kembali berhadapan dengan Liverpool FC—mengulang duel sengit musim lalu. Kala itu, kedua tim saling mengalahkan 1-0 sebelum PSG memastikan tiket lewat adu penalti.
Di bawah arahan Luis Enrique, PSG menunjukkan ketangguhan saat menghadapi tim-tim Premier League, termasuk kemenangan meyakinkan atas Chelsea FC.
El Duel Panas: Barcelona vs Atletico
Pertarungan tak kalah menarik tersaji saat FC Barcelona menghadapi Atletico Madrid. Musim ini menjadi edisi spesial karena kedua tim akan bentrok hingga enam kali di berbagai kompetisi—LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions.
Baca Juga: Mobil Bermuatan BBM Terbakar di Sitinjo, Sopir dan Anak Alami Luka Bakar
Dari tiga pertemuan sebelumnya, Barcelona justru lebih sering tersandung. Duel ini juga sarat emosi bagi Antoine Griezmann yang pernah membela kedua klub.
Gyokeres Hadapi Masa Lalu
Satu cerita menarik lainnya datang dari striker Arsenal FC, Viktor Gyokeres, yang akan menghadapi mantan klubnya, Sporting CP. Setelah dua musim gemilang dengan produktivitas luar biasa, Gyokeres kini menjadi ancaman serius bagi tim yang pernah membesarkan namanya.
Pelatih Sporting, Rui Borges, bahkan mengakui kualitas sang mantan anak asuh. “Dia pemain yang sangat kami hargai,” ujarnya.
Dengan deretan duel sarat sejarah, emosi, dan ambisi, perempat final Liga Champions musim ini menjanjikan pertarungan elite yang bukan hanya soal taktik—tetapi juga harga diri dan warisan kejayaan.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan