Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Empat Rumah Warga di Medan Perjuangan Diduga Dirusak Puluhan OTK, Sengketa Tanah Memanas

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Fikri salah warga yang rumahnya dirusak OTK, Rabu (28/10/2026). (Dok: Gusman/Sumut Pos)
Fikri salah warga yang rumahnya dirusak OTK, Rabu (28/10/2026). (Dok: Gusman/Sumut Pos)

Advertisement

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Sengketa kepemilikan tanah di Jalan M Yakub No. 206, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, kembali memicu ketegangan. Empat rumah warga diduga dirusak puluhan orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (28/10/2026). Warga menduga aksi tersebut berkaitan dengan upaya pengusiran paksa, meski pihak yang datang disebut tidak menunjukkan surat kepemilikan tanah.

Insiden itu membuat warga resah. Mereka mengaku telah menempati rumah tersebut selama puluhan tahun, bahkan sebagian di antaranya lahir dan tumbuh di lingkungan itu.

Advertisement

Salah seorang warga, Fikri, mengatakan puluhan orang datang beramai-ramai dan mengklaim tanah yang ditempati warga merupakan milik pihak tertentu. Namun, menurut dia, tidak ada dokumen kepemilikan yang diperlihatkan saat mereka mendatangi lokasi.

“Orang itu datang ramai-ramai, katanya tanah ini milik mereka. Tapi, surat tanah tidak ada ditunjukkan. Yang dirusak ini, Bang. Di sebelah juga ada empat rumah,” ujar Fikri.

Advertisement

Fikri mengaku sempat berusaha menghalangi sejumlah orang yang hendak masuk ke dalam rumah. Namun, jumlah mereka yang jauh lebih banyak membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Kami cuma berdua tadi, sementara orang itu ramai. Kami mencegah supaya mereka tidak masuk ke dalam. Ya, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Menurut Fikri, beberapa orang akhirnya masuk dan diduga melakukan pengrusakan hingga ke bagian dalam rumah. Jerjak jendela berbahan bambu dilaporkan jebol, sementara sejumlah barang, termasuk kursi, berserakan.

“Barang-barang yang dirusak seperti kursi-kursi tercampak-campak tadi, Bang. Ini sudah kami betulkan. Kalau tidak, entah bagaimana kondisinya,” ungkapnya.

Persoalan ini, lanjut Fikri, bukan kali pertama terjadi. Warga sebelumnya telah mengikuti mediasi di kantor kelurahan dengan harapan konflik tidak berujung pada tindakan pengrusakan. Namun, insiden serupa kembali terjadi.

“Sudah pernah ada mediasi di kantor lurah. Tapi, ini kejadian lagi,” ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Sengketa Warisan Rp45 Miliar, Ahli Waris Pertanyakan Penanganan 3 Laporan di Polrestabes Medan

Sengketa Warisan Rp45 Miliar, Ahli Waris Pertanyakan Penanganan 3 Laporan di Polrestabes Medan

Pihak keluarga mempertanyakan ke Polrestabes Medan terkait laporan mereka dalam penggerusakan lahan di simpang selayang.

Di Sidang Pledoi, Dirut PT PASU Minta Bebas: Ini Sengketa Perdata Bukan Korupsi

Di Sidang Pledoi, Dirut PT PASU Minta Bebas: Ini Sengketa Perdata Bukan Korupsi

Direktur pt pasu minta dibebaskan saat membacakan pledoi. Dia menagaskan bahwa kasusnya adalah perdata, bukan korupsi.

Diduga karena Sengketa Lahan, Satu Keluarga Bentrok di Dairi

Diduga karena Sengketa Lahan, Satu Keluarga Bentrok di Dairi

Keluarga bentrok diduga karena sengketa lahan. Dampaknya, satu orang terluka di kepala. Dan satu alat berat di bakar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer