Empat Rumah Warga di Medan Perjuangan Diduga Dirusak Puluhan OTK, Sengketa Tanah Memanas

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Sengketa kepemilikan tanah di Jalan M Yakub No. 206, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, kembali memicu ketegangan. Empat rumah warga diduga dirusak puluhan orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (28/10/2026). Warga menduga aksi tersebut berkaitan dengan upaya pengusiran paksa, meski pihak yang datang disebut tidak menunjukkan surat kepemilikan tanah.
Insiden itu membuat warga resah. Mereka mengaku telah menempati rumah tersebut selama puluhan tahun, bahkan sebagian di antaranya lahir dan tumbuh di lingkungan itu.
Salah seorang warga, Fikri, mengatakan puluhan orang datang beramai-ramai dan mengklaim tanah yang ditempati warga merupakan milik pihak tertentu. Namun, menurut dia, tidak ada dokumen kepemilikan yang diperlihatkan saat mereka mendatangi lokasi.
“Orang itu datang ramai-ramai, katanya tanah ini milik mereka. Tapi, surat tanah tidak ada ditunjukkan. Yang dirusak ini, Bang. Di sebelah juga ada empat rumah,” ujar Fikri.
Fikri mengaku sempat berusaha menghalangi sejumlah orang yang hendak masuk ke dalam rumah. Namun, jumlah mereka yang jauh lebih banyak membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Kami cuma berdua tadi, sementara orang itu ramai. Kami mencegah supaya mereka tidak masuk ke dalam. Ya, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.
Menurut Fikri, beberapa orang akhirnya masuk dan diduga melakukan pengrusakan hingga ke bagian dalam rumah. Jerjak jendela berbahan bambu dilaporkan jebol, sementara sejumlah barang, termasuk kursi, berserakan.
“Barang-barang yang dirusak seperti kursi-kursi tercampak-campak tadi, Bang. Ini sudah kami betulkan. Kalau tidak, entah bagaimana kondisinya,” ungkapnya.
Persoalan ini, lanjut Fikri, bukan kali pertama terjadi. Warga sebelumnya telah mengikuti mediasi di kantor kelurahan dengan harapan konflik tidak berujung pada tindakan pengrusakan. Namun, insiden serupa kembali terjadi.
“Sudah pernah ada mediasi di kantor lurah. Tapi, ini kejadian lagi,” ujarnya.



