Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Wawako Binjai Sidak Pabrik Tahu, Tindaklanjuti Informasi Warga Buang Limbah Sembarang

Johan Panjaitan • Minggu, 29 Juni 2025 | 14:45 WIB
SIDAK: Wawako Binjai, Hasanul Jihadi saat sidak ke pabrik pengolahan tahu di Jalan Kedondong, Binjai Barat. Istimewa/Sumut Pos
SIDAK: Wawako Binjai, Hasanul Jihadi saat sidak ke pabrik pengolahan tahu di Jalan Kedondong, Binjai Barat. Istimewa/Sumut Pos

BINJAI, Sumutpos.JawaPos.com- Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah pabrik pengolahan tahu di Jalan Kedondong, Kelurahan Bandarsenembah, Binjai Barat, akhir pekan kemarin.

Sidak yang dilakukan orang nomor dua di Pemerintah Kota Binjai itu dalam upaya menindaklanjuti informasi masyarakat terkait pabrik tersebut membuang limbah secara sembarang ke drainase atau parit.

Tak ayal, limbah yang dibuang sembarang ke parit umum itu menimbulkan aroma tidak sedap. Karenanya, masyarakat mengeluhkan hal tersebut dan sampai ke Wakil Wali Kota yang akrab disapa Jiji tersebut.

Sebelum Jiji sidak, masyarakat menduga, pabrik tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan berbuntut limbah dari produksi dibuang begitu saja ke saluran air. Masyarakat Lingkungan I dan II resah karena saluran mereka tercemar akibat limbah tersebut.

Jiji mengakui, limbah pabrik memang dibuang ke parit. Itu diketahui setelah Jiji meninjau langsung lokasi pembuangan.

Karenanya, dia meminta pengelola pabrik, Sofyan, untuk menghentikan praktik tersebut. Sebab, hal itu dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga.

“Permasalahan ini sudah kita tangani. Pemilik pabrik sudah bersikap kooperatif dan memastikan tidak akan membuang limbah lagi ke parit warga,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai tidak berniat menutup usaha pelaku UMKM, termasuk pabrik tahu tersebut. Justru sebaliknya, Pemko Binjai ingin mendampingi dan mengedukasi pelaku usaha agar menjalankan bisnis sesuai dengan ketentuan hukum serta regulasi lingkungan.

"Kami ingin membantu pelaku UMKM berkembang dan ke depannya bergabung ke dalam Koperasi Merah Putih. Tapi tentu dengan syarat harus mematuhi peraturan, termasuk dalam hal pengolahan limbah," tambahnya.

Pemko Binjai berkomitmen menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan, agar tidak terjadi konflik antara pelaku usaha dan masyarakat. Sidak ini diharapkan menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya agar lebih bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan dari kegiatan usahanya. (ted/han)

 

Editor : Johan Panjaitan
#limbah #tahu #drainase #wakil wali kota binjai #Pengolahan #pabrik