Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Mobilitas Nataru 2025/2026 di Sumut, Jalan Raya hingga Bandara Padat

Juli Rambe • Senin, 5 Januari 2026 | 18:30 WIB
Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Rochani Litiloly. (Dok: istimewa)
Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Rochani Litiloly. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS - Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara mencatat lonjakan signifikan pergerakan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Sekretaris Dinas Perhubungan Sumut, Rochani Litiloly, menyebutkan bahwa hampir seluruh moda transportasi mengalami pertumbuhan dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

“Secara keseluruhan, analisis data angkutan jalan menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Total penumpang naik 55,87 persen dan jumlah kendaraan meningkat 50,34 persen dibandingkan Nataru 2024/2025,” ujar Rochani saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Senin (5/1/2026).

Data angkutan jalan dihimpun dari lima terminal utama, yakni Terminal Amplas, Pinang Baris, Tanjung Pinggir, Madya, dan Terminal Sibolga. Dari rekapitulasi tersebut, Dishub Sumut mengidentifikasi beberapa puncak pergerakan masyarakat.

Puncak arus mudik Natal terjadi pada H-4 atau 21 Desember 2025 dengan total 7.106 penumpang. Sementara puncak mudik Tahun Baru tercatat pada H+5 atau 30 Desember 2025 dengan 7.253 penumpang. 

Adapun puncak arus balik tertinggi terjadi pada H+10 atau 4 Januari 2026, dengan rekor harian mencapai 8.733 penumpang.

Pada sektor angkutan udara, aktivitas penerbangan di Sumatera Utara terpantau sangat padat. Total pergerakan penumpang dari tiga bandara utama mencapai 461.755 orang.

Bandara Internasional Kualanamu (KNO) mendominasi trafik dengan kontribusi 89,4 persen, menegaskan posisinya sebagai hub utama penerbangan domestik dan internasional. Sementara itu, Bandara Silangit (DTB) mencatat performa impresif sebagai gerbang pariwisata Danau Toba, didukung oleh 34 penerbangan tambahan (extra flight). Berbeda dengan itu, Bandara Binaka (GNS) beroperasi secara reguler tanpa penambahan penerbangan.

Pola puncak arus juga menunjukkan perbedaan karakter. Puncak mudik Natal terjadi serentak pada H-3 (22 Desember 2025) di seluruh bandara. Di Kualanamu tercatat 25.672 penumpang, sementara di Binaka mencapai 988 penumpang, tertinggi selama periode Nataru.

Untuk arus balik, Kualanamu mencatat lonjakan masif pada H+10 (4 Januari 2026) dengan 30.670 penumpang dalam sehari. Sedangkan Bandara Silangit mengalami puncak lebih awal pada H+7 (1 Januari 2026) dengan 2.813 penumpang, yang didominasi wisatawan pasca perayaan Tahun Baru.

Kinerja angkutan kereta api di Stasiun Besar Medan juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan penumpang sebesar 12,94 persen. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh lonjakan pengguna KA Bandara serta kereta jarak menengah seperti Putri Deli dan Siantar Express.

Pola pergerakan penumpang kereta api terbagi dalam tiga fase utama. Puncak mudik Natal terjadi pada H-1 (24 Desember 2025) dengan 24.093 penumpang, disusul puncak mudik Tahun Baru pada H+3 (28 Desember 2025) sebanyak 25.049 penumpang. Puncak arus balik tertinggi tercatat pada H+10 (4 Januari 2026) dengan 26.934 penumpang, sejalan dengan tren angkutan jalan.

Penyeberangan Danau Toba Turun

Berbeda dengan moda lain, kinerja angkutan penyeberangan Danau Toba justru mengalami penurunan. Total penumpang turun 13,75 persen, sementara kendaraan roda empat menurun 6,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, volume harian tetap tinggi sepanjang masa libur. Puncak mudik Natal terjadi pada 25 Desember 2025 dengan 6.386 penumpang, sementara puncak mudik Tahun Baru terjadi pada 1 Januari 2026 dengan 15.513 penumpang. Puncak arus balik tertinggi tercatat pada 3 Januari 2026 (H+9) dengan 16.682 penumpang.

“Volume penumpang di atas 13 ribu orang per hari terjadi sejak H+2 hingga H+10, menunjukkan Danau Toba sebagai destinasi wisata libur panjang, bukan sekadar jalur transit mudik,” jelas Rochani.

Pelabuhan Belawan dan Jalan Tol

Di sektor angkutan laut, Pelabuhan Belawan mencatat pertumbuhan moderat dengan kenaikan penumpang sebesar 8,24 persen. Puncak mudik Natal terjadi pada H-4 (21 Desember 2025) dengan 5.662 penumpang, sedangkan volume harian tertinggi selama Nataru tercatat pada H+1 (26 Desember 2025) dengan 5.708 penumpang. Puncak arus balik terjadi pada H+9 (3 Januari 2026), ditandai dominasi penumpang yang keluar dari Sumatera.

Sementara itu, total pergerakan kendaraan di jaringan jalan tol Sumatera Utara mencapai lebih dari 5,2 juta kendaraan. Ruas jarak jauh Trans-Sumatera mencatat pertumbuhan positif, dengan Binjai–Langsa sebagai ruas tertinggi (+11,05 persen) seiring pembukaan seksi baru hingga Pangkalan Brandan. Sebaliknya, ruas aglomerasi Medan–Binjai mengalami sedikit kontraksi.

"Puncak lalu lintas tol terjadi serentak pada H+10 (4 Januari 2026). Hampir seluruh gerbang tol mencatat rekor volume harian tertinggi. Di ruas Inderapura–Kisaran, misalnya, volume kendaraan melonjak menjadi 20.381 kendaraan, jauh di atas rata-rata harian normal sekitar 13.000 kendaraan," ucap Rochani. (san/ram)

Editor : Juli Rambe
#Nataru di Sumut #Libur Nataru 2025 2026