Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tradisi Angpao Saat Imlek, Simbol Kepedulian dan Harapan Rezeki

Redaksi • Selasa, 17 Februari 2026 | 14:21 WIB
Tradisi pemberian angpao bukan sekadar memberikan uang dalam amplop, tetapi memiliki makna mendalam yang sarat nilai budaya dan harapan baik. (Ilustrasi freepik.com)
Tradisi pemberian angpao bukan sekadar memberikan uang dalam amplop, tetapi memiliki makna mendalam yang sarat nilai budaya dan harapan baik. (Ilustrasi freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan dekorasi serba merah, barongsai, maupun kumpul keluarga.

Ada satu tradisi yang selalu dinanti, yakni pemberian angpao. Tradisi ini bukan sekadar memberikan uang dalam amplop, tetapi memiliki makna mendalam yang sarat nilai budaya dan harapan baik.

Melansir Instagram @indonesiabaik.id, Selasa (17/2/2026), angpao sendiri berasal dari dialek Hokkian, yakni kata ang yang berarti merah dan pao yang berarti amplop. Dalam bahasa Mandarin, angpao dikenal sebagai hongbao. Amplop merah tersebut menjadi simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan doa baik bagi penerimanya.

Secara budaya, angpao melambangkan kepedulian serta berbagi rezeki kepada sesama. Biasanya, angpao diberikan oleh orang yang lebih tua atau yang sudah menikah kepada anak-anak maupun anggota keluarga yang belum menikah. Tradisi ini dipercaya membawa keberkahan serta kelancaran rezeki bagi pemberi dan penerima.

Tidak hanya memiliki makna filosofis, pemberian angpao juga memiliki tata cara tersendiri yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah penggunaan amplop berwarna merah. Warna merah dipercaya sebagai lambang keberuntungan dan kebahagiaan sehingga dianggap membawa energi positif bagi siapa saja yang menerimanya.

Selain itu, angpao harus diberikan secara langsung kepada penerima. Cara ini menunjukkan ketulusan dan rasa hormat dari pemberi kepada penerima. Tradisi ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan hubungan kekeluargaan.

Ada pula aturan mengenai jumlah uang yang dimasukkan ke dalam angpao. Secara tradisional, angka empat dihindari karena dalam budaya Tionghoa pelafalannya menyerupai kata “mati”, sehingga dianggap membawa makna kurang baik. Selain itu, jumlah uang dalam angpao juga biasanya tidak menggunakan angka ganjil karena dianggap kurang melambangkan keseimbangan dan keberuntungan.

Tradisi angpao menjadi salah satu bentuk pelestarian nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Lebih dari sekadar hadiah, angpao mengandung doa, harapan, dan simbol kasih sayang dalam momen kebersamaan Tahun Baru Imlek. (lin)

Editor : Redaksi
#angpao #Budaya Tionghoa #imlek #tradisi imlek