sumutpos.jawapos.com - Aksi Bupati Amizaro Waruwu menjadi sorotan publik setelah dirinya bersujud di hadapan menteri dalam forum resmi yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Rabu (25/2/2026).
Forum tersebut dihadiri Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama sejumlah pejabat lainnya.
Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (5/3/2026), Amizaro menyuarakan kondisi Kabupaten Nias Utara yang masih bergelut dengan persoalan kemiskinan dan ketertinggalan pembangunan. Dengan nada emosional, ia menyampaikan keluhan bahwa masyarakatnya sudah lelah hidup dalam keterbatasan.
“Kami ini sudah capek miskin,” ucapnya, seraya memohon perhatian lebih dari pemerintah pusat dan berharap bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Aksi sujud tersebut langsung viral dan menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial. Ragam komentar pun bermunculan.
Sebagian netizen menyampaikan dukungan dan empati. “Ini bukan soal gengsi, ini soal rakyatnya. Kalau memang itu cara terakhir agar didengar, saya dukung,” tulis salah satu pengguna X. Ada pula yang menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk keberanian pemimpin daerah yang benar-benar memperjuangkan warganya.
Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik aksi tersebut. Beberapa warganet menilai langkah itu terlalu dramatis dan kurang tepat dilakukan dalam forum resmi pemerintahan. “Harusnya bisa disampaikan dengan data dan strategi, bukan dengan aksi simbolik seperti itu,” komentar pengguna lainnya.
Ada juga yang mengaitkan peristiwa ini dengan persoalan struktural yang lebih luas. Menurut mereka, aksi tersebut mencerminkan masih lebarnya jurang ketimpangan pembangunan antara pusat dan daerah tertinggal.
Perdebatan di media sosial menunjukkan bahwa isu kemiskinan dan pemerataan pembangunan masih menjadi perhatian serius publik. Terlepas dari pro dan kontra, aksi Amizaro Waruwu telah berhasil mengangkat kembali diskusi tentang nasib daerah tertinggal dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi di Indonesia. (lin)
Editor : Redaksi