sumutpos.jawapos.com - Istilah “in this economy” semakin sering muncul di Instagram dan TikTok sejak 2024 hingga berlanjut di 2026. Frasa ini dipakai warganet untuk menyindir kondisi ekonomi yang serba mahal: harga kebutuhan naik, gaya hidup makin mahal, sementara pemasukan tak selalu ikut bertambah.
Namun dari keresahan itu, lahir berbagai trik berhemat kreatif yang viral dan relevan untuk jangka panjang. Berikut rangkuman strategi hemat yang banyak dibagikan kreator finansial dan warganet di Instagram serta TikTok, dilansir Sabtu (10/1/2026):
1. Soft Budgeting: Tidak Menyiksa, Tapi Konsisten
Di Instagram dan TikTok, konsep soft budgeting ramai dibahas oleh akun-akun financial content creator. Intinya, berhemat tanpa memaksakan larangan ekstrem.
Alih-alih meniadakan jajan atau hiburan, warganet menyarankan:
- Tetapkan batas maksimal pengeluaran hiburan per bulan
- Pilih satu “self reward” kecil agar tidak kalap
- Fokus konsistensi, bukan kesempurnaan
Pendekatan ini banyak dibagikan melalui konten relatable bertagar #SoftBudgeting dan #InThisEconomy.
2. Metode Cash Stuffing Masih Jadi Andalan
Trik klasik ini kembali viral di TikTok dan Instagram sejak 2025 dan tetap relevan di 2026. Dengan sistem amplop atau dompet kategori, uang dibagi berdasarkan kebutuhan seperti makan, transportasi, jajan, dan tabungan.
Visual cash stuffing yang estetik membuat metode ini populer, sekaligus membantu orang lebih sadar batas pengeluaran.
3. Tantangan Low Buy Bukan No Buy
Berbeda dari tren no buy challenge yang ekstrem, warganet kini lebih memilih low buy challenge:
- Tetap boleh belanja, tapi hanya untuk barang yang benar-benar dipakai
- Menghindari belanja impulsif karena tren
Challenge ini sering dibagikan dalam bentuk video harian atau bulanan di TikTok dan Instagram Story.
4. Masak Sendiri Jadi Gaya Hidup, Bukan Sekadar Hemat
Konten meal prep, masak hemat, dan bekal kantor membanjiri Instagram dan TikTok. Selain menghemat, warganet menilai masak sendiri karena lebih terkontrol dari sisi pengeluaran, lebih sehat, dan bisa jadi konten sekaligus
Tren ini sering dikaitkan dengan sindiran:
“Masak sendiri karena… in this economy.”
5. Unsubscribe Culture: Putus Langganan yang Tak Penting
Banyak kreator TikTok membagikan daftar langganan digital yang diam-diam menguras dompet seperti alaplikasi streaming, cloud storage, dan nembership yang jarang dipakai
Gerakan unsubscribe ini viral karena banyak orang baru sadar total biaya kecil yang menumpuk setiap bulan.
6. Ganti Gengsi dengan Fungsional
Di Instagram dan TikTok, semakin banyak konten yang mematahkan budaya gengsi seperti beli barang secondhand, pakai ulang outfit, dan tidak mengikuti semua tren viral
Narasi yang sering muncul: “Bukan pelit, tapi realistis.”
Berhemat di era “in this economy” 2026 bukan tentang hidup serba kekurangan, melainkan lebih sadar ke mana uang pergi, lebih selektif mengikuti tren, dan lebih bijak membedakan kebutuhan dan keinginan
Instagram dan TikTok membuktikan bahwa gaya hidup hemat bisa tetap relevan, realistis, dan bahkan relatable untuk semua generasi. (lin)
Editor : Redaksi