Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Orang Tua Perlu Cek Komposisi Produk Nutrisi Anak, Prof Rini: Jangan Hanya Lihat Klaim Kemasan

Redaksi • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:47 WIB
Sebelum Memilih Nutrisi Anak, Cek Komposisi Produk Selain Informasi Nilai Gizi.
Sebelum Memilih Nutrisi Anak, Cek Komposisi Produk Selain Informasi Nilai Gizi.

 

JAKARTA - Di tengah banyaknya pilihan produk nutrisi anak, kebiasaan membaca komposisi menjadi semakin penting agar orang tua tidak hanya mengandalkan klaim pada bagian depan kemasan. 

Hal ini disampaikan Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial, dalam edukasi mengenai pentingnya kebiasaan "Cek Komposisi" sebelum memilih produk nutrisi untuk anak.

Prof. Rini menjelaskan bahwa pemenuhan nutrisi anak tidak hanya berkaitan dengan jumlah asupan, tetapi juga kualitas dan keseimbangan komposisi nutrisi sejak dini. Dua tahun pertama kehidupan atau periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase penting bagi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta pembentukan sistem imun anak.

Baca Juga: Diduga ada Oknum Pengatur 'Permainan' di RSUD Pirngadi, Rico Waas : Silakan Periksa Saja

Pada periode tersebut, anak membutuhkan kombinasi zat gizi yang seimbang, mulai dari energi, protein, lemak esensial, zat besi, zinc, vitamin, hingga mineral lainnya. Selain itu, stimulasi yang tepat juga diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Prof. Rini mengatakan, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua adalah memahami komposisi utama suatu produk.

"Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut," ujar Prof. Rini.

Baca Juga: BIOKUL Gandeng Pevita Pearce sebagai Brand Ambassador, Ajak Masyarakat Gaya Hidup Sehat

Menurutnya, dalam memilih produk nutrisi anak, orang tua juga perlu memperhatikan bahan utama, sumber bahan, serta proses pengolahannya. Pada produk nutrisi berbasis susu, misalnya, orang tua dapat mencermati bagaimana bahan dasar susu dicantumkan dalam daftar komposisi, termasuk informasi mengenai sumber bahan dan proses produksinya.

Beberapa informasi seperti proses pengolahan dari bahan utama hingga menjadi produk akhir, maupun karakteristik produk seperti kemudahan larut saat disajikan, juga dapat membantu orang tua memahami produk secara lebih menyeluruh.

Empat Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Cek Komposisi

Agar orang tua tidak bingung saat membaca label produk nutrisi anak, Prof. Rini membagikan empat langkah sederhana yang dapat dilakukan:

Pertama, perhatikan bahan yang tercantum paling awal dalam daftar komposisi. Umumnya, bahan yang berada pada urutan pertama merupakan komponen dengan jumlah paling dominan dalam produk tersebut. Hal ini dapat membantu orang tua memahami bahan utama suatu produk, bukan hanya melihat klaim yang ditampilkan di bagian depan kemasan.

Baca Juga: Australia vs Mesir: Socceroos Pertaruhkan Harga Diri Asia

Kedua, cermati jenis bahan utama dan sumbernya. Pada produk nutrisi berbasis susu, misalnya, jika susu segar tercantum sebagai komposisi utama, hal tersebut dapat menunjukkan penggunaan susu sapi segar sebagai bahan dasar.

Sementara itu, apabila yang tercantum adalah susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi, orang tua perlu memahami bahwa bahan dasar dan proses pengolahannya dapat berbeda.

"Sejumlah komponen nutrisi dalam susu, seperti protein bioaktif, vitamin, dan enzim tertentu dapat bersifat sensitif terhadap paparan panas tinggi dan proses pengolahan berulang. Karena itu, informasi mengenai bahan utama, sumber bahan, dan proses pengolahan menjadi penting untuk dicermati," jelasnya.

Ketiga, kenali gula, pemanis tambahan, dan bahan tambahan pangan. Gula tambahan dapat muncul dalam berbagai nama seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, atau maltodekstrin. Hal ini berbeda dengan laktosa yang merupakan gula alami dalam susu.

Baca Juga: Pasca Kabar OTT KPK, Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel

Keempat, lengkapi dengan membaca tabel informasi nilai gizi. Menurut Prof. Rini, informasi nilai gizi membantu orang tua melihat kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, serta mineral dalam setiap sajian.

Selain itu, Prof. Rini mengingatkan bahwa paparan gula tambahan pada usia dini perlu dikelola secara bijak. Selain berkaitan dengan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, paparan rasa manis yang berlebihan juga dapat memengaruhi preferensi rasa dan kebiasaan makan anak di kemudian hari.

"Anak yang terbiasa dengan rasa manis berpotensi lebih menyukai makanan atau minuman manis, sehingga penerimaannya terhadap pilihan makanan yang lebih alami dan seimbang, seperti sayur, buah, dan sumber nutrisi lainnya, dapat menjadi lebih terbatas," katanya.

Baca Juga: Terjaring OTT KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Diamankan Saat Hadiri HUT APKASI, Kekayaannya Capai Rp10,6 Miliar

Pada akhirnya, Prof. Rini menekankan bahwa memilih produk nutrisi anak dapat dimulai dari langkah sederhana seperti membaca daftar komposisi, melihat bahan utama, memeriksa informasi nilai gizi, membatasi produk dengan gula tambahan tinggi, serta menyesuaikannya dengan usia dan kebutuhan anak.

"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan. 

Baca Juga: Tim Monitoring PKK Sumut Tinjau Desa Binaan di Labura, Perkuat Sinergi Wujudkan Desa Percontohan

Penggunaan produk nutrisi anak perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan agar pemenuhan nutrisi dilakukan secara tepat, aman, dan sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak. (rel/tri)

Editor : Redaksi
#nutrisi anak