JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Penyanyi sekaligus 1st runner-up Indonesian Idol musim ke-5, Gisella Anastasia, semakin aktif sebagai aktris. Kali ini, Gisel terlibat dalam film orisinal Netflix, A Normal Woman, yang dirilis kemarin (24/7) di platform tersebut. Dalam film karya Lucky Kuswandi itu, Gisel berperan sebagai Erika, seorang makeup artist.
Dikisahkan, Erika adalah seorang perempuan merantau dari Surabaya ke Jakarta. Untuk menyambung hidup, Erika bekerja sebagai makeup artist. Sapuan kuas dan tangan terampilnya membuat Erika dilirik oleh para klien sehingga dia bisa bertahan hidup di Jakarta. Namun, kehidupan Erika tetaplah sederhana alih-alih glamor.
Suatu hari, Erika mendapat job merias Liliana (Widyawati), perempuan kaya raya yang punya. Anak Liliana, Jonathan (Dion Wiyoko), adalah pengusaha ternama. Sayang, Jonathan dan istrinya, Milla (Marissa Anita) sedang punya masalah. Melihat ini, dalam diri Erika muncul sebuah keinginan. Baginya, ini adalah tiket menuju hidup yang lebih baik.
Bagi sebagian orang, karakter Erika mungkin terlihat menyebalkan. Dia seolah punya banyak cara untuk menembus kelas sosial demi hidup kaya raya. Salah satunya, masuk ke dalam hidup Jonathan.
“Tapi di sisi lain, Erika sebenarnya punya alasan kuat kenapa dia kayak gitu,” ujar Gisel dalam jumpa pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/7) siang.
Gisel menilai bahwa karakter Erika merupakan karakter yang abu-abu alias punya moral yang ambigu. Tidak bisa disebut jahat, namun juga tidak sepenuhnya baik.
“Saya sendiri belajar dari hidup yang keras, jadi saya nggak bisa menghakimi Erika,” ujar ibu Gempita Nora Marten itu.
Gisel menambahkan bahwa alih-alih menghakimi, dia mencoba untuk memahami dan menyelami karakternya. “Meskipun aku nggak setuju dengan yang Erika bikin, tapi ada lho orang seperti itu,” kata pelantun Cara Melupakanmu itu.
Baca Juga: Keahlian Unik Stek Pohon Mangga Menggunakan Bawang Merah, 2 Minggu Langsung Tumbuh Akar
Memerankan Erika yang abu-abu diakui Gisel cukup menantang. Sejak proses reading naskah yang ditulis Lucky dan Andri Chung, dia sudah diajak mengupas karakter Erika. “Benar-benar dikulik banget. Syukurlah dibantu tim yang oke,” tambah Gisel.
Bergenre drama-thriller, A Normal Woman memberikan perenungan tentang hidup yang penuh ekspektasi dan tidak selalu ramah. Tiap orang selalu harus bertahan hidup. Sama seperti Erika dan dialognya di salah satu scene.
“Yang menarik di film ini, semua karakternya itu masuk akal. Mereka punya alasan untuk tiap tindakan,” pungkas Gisel. (len/jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan