Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Luna Maya Rehat dari Dunia Film, “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” Jadi Satu-Satunya Rilis 2026

Johan Panjaitan • Minggu, 1 Maret 2026 | 18:00 WIB

Luna Maya. (Shafa Nadya/Jawa Pos)
Luna Maya. (Shafa Nadya/Jawa Pos)

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com– Aktris papan atas Luna Maya memutuskan mengambil jeda dari hiruk-pikuk industri perfilman pada 2026. Tahun ini, ia hanya merilis satu karya layar lebar, yakni film horor kolosal Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa yang dijadwalkan tayang saat Lebaran mendatang.

Keputusan tersebut diambil bukan karena minimnya tawaran, melainkan keinginan pribadi untuk sejenak menjauh dari rutinitas syuting yang padat. Luna mengaku ingin menikmati waktu sebagai dirinya sendiri tanpa terikat pada karakter apa pun.

“Lagi jenuh saja, ingin take a break,” ujarnya saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat.

Meski memilih rehat, istri aktor Maxime Bouttier itu menegaskan tidak menutup diri sepenuhnya dari dunia film. Ia tetap membuka peluang kembali ke lokasi syuting jika ada proyek yang menawarkan konsep berbeda dari yang pernah ia jalani.

Baca Juga: Maskapai Dunia Panik! Penerbangan Dibatalkan, Ratusan Penumpang Terlantar

“Kalau masih sejenis, mungkin belum dulu. Tapi kalau ada sesuatu yang benar-benar baru, bisa saja dipertimbangkan,” jelasnya.

Mencari Tantangan Cerita Baru

Bagi Luna, film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menjadi pengalaman menarik karena menawarkan pendekatan cerita yang tidak biasa. Tema santet yang diangkat tidak sekadar menjadi elemen horor, tetapi juga menjadi penggerak utama alur cerita.

Film yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis itu telah menyelesaikan proses produksi sejak tahun lalu dan akan menjadi film Suzzanna terbaru yang hadir di layar lebar.

Menurut Luna, memerankan karakter yang terinspirasi dari sosok legendaris Suzzanna bukanlah perkara mudah. Proses transformasi wajah melalui make-up prostetik membutuhkan waktu panjang—sekitar empat hingga lima jam setiap hari.

“Kadang sampai lima jam, tergantung tingkat kesulitannya,” ungkapnya.

Perjuangan di Balik Layar

Tantangan tidak berhenti saat make-up selesai dipasang. Luna mengaku proses pelepasan riasan justru terasa lebih menyakitkan karena bahan prostetik menempel kuat pada kulit wajah.

“Pas dicopot itu sakit sekali, seperti ditarik-tarik. Kulit bisa merah dan iritasi,” tuturnya.

Baca Juga: Prodi Administrasi Publik UMTS Raih Akreditasi UNGGUL dari LAM-SPAK

Kondisi tersebut bahkan harus ia hadapi berulang kali selama proses syuting. Ketika jadwal pengambilan gambar berlangsung pagi hari, make-up baru harus kembali dipasang di area kulit yang belum sepenuhnya pulih.

“Kalau besoknya calling-an pagi, harus dipasang lagi di tempat yang iritasi. Menyiksa, tapi hasilnya memang terlihat cantik,” katanya sambil tersenyum.

Dengan seluruh tantangan tersebut, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa diharapkan menjadi karya istimewa sebelum Luna Maya menikmati masa jedanya dari layar lebar pada 2026.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan