SUMUT POS - Banyak orang doyan makan durian, namun tidak banyak orang memiliki keahlian meneliti durian, apakah durian tersebut manis, pahit atau pun busuk.
Selain hal tersebut, penggolongan durian juga dibedakan beberapa ciri-ciri.
Ada durian berdaging tebal, dengan biji yang kecil ada juga durian berdaging tipis.
Bagi para penikmat durian berburu durian adalah sebuah tantangan tersendiri.
Kadang ada yang merasa beruntung karena mendapat durian yang bagus. Namun tak jarang mengecewakan karena berbagai hal, mulai dari rasa mentah, anyep atau biji yang terlalu besar, sementara daging duriannya tipis.
Sering juga harus menelan kekecewaan karena durian yang dibeli dengan harga mahal ternyata rasa dagingnya hambar bahkan ada yang busuk.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa cara yang dilakukan untuk mendeteksi durian yang memiliki rasa sedap dan berdaging tebal.
1. Ukuran besar
Saat memilih durian, ukuran dan bentuk buah tersebut dapat memberikan petunjuk tentang kualitas isi di dalamnya.
Pilihlah durian yang berukuran sedang hingga besar, karena umumnya durian yang lebih besar memiliki isi yang lebih banyak.
Juga perhatikan bentuk durian. Durian yang berbentuk bulat cenderung memiliki daging yang lebih tebal dan lebih sedikit biji, sehingga memberikan rasa yang lebih nikmat.
Bentuk kulit durian juga petunjuk tentang kematangan dan kualitas buah. Pilihlah durian dengan kulit yang tebal, namun tidak terlalu keras. Kulit yang terlalu keras mungkin menunjukkan bahwa durian masih belum matang sepenuhnya.
Sebaliknya, kulit yang terlalu tipis atau terlalu mudah pecah bisa menandakan bahwa durian sudah terlalu matang atau mungkin bahkan sudah basi.
Perhatikan juga warna kulit durian. Durian yang matang biasanya memiliki kulit berwarna kuning atau kekuningan.
Teliti bagian bawah durian
Setelah menemukan durian yang berbentuk bulat montok, langkah selanjutnya adalah melihat bagian bawah durian.
Periksa apakah kulit durian di bagian bawah sudah retak atau terbelah sedikit. Jika sudah terbelah, sebaiknya hindari untuk membelinya.
Hal ini disebabkan karena retakan tersebut menandakan adanya udara yang masuk ke dalam daging durian.
Udara yang masuk dapat memengaruhi rasa durian secara negatif. Daging durian akan terasa hambar dan kemanisannya akan berkurang.
Cium sebelum membeli
Indra penciuman Anda adalah senjata terbaik dalam memilih durian yang lezat. Ciumlah durian secara perlahan dan perhatikan aroma yang dihasilkan.
Durian yang baik memiliki aroma yang khas, kuat, dan menggugah selera.
Aroma yang menyengat dan tidak sedap mungkin menandakan durian yang sudah busuk atau tidak segar.
Jika Anda menemukan durian dengan aroma yang harum dan sedap, kemungkinan besar durian tersebut berkualitas baik.
Ketuk buah durian
Metode ini mungkin terdengar tidak biasa, tetapi Anda dapat memeriksa kualitas durian dengan cara mengetuknya. Ketuklah durian dengan lembut dan perhatikan suara yang dihasilkan.
Jika durian mengeluarkan suara yang bergetar dan terdengar kosong, itu mungkin menandakan bahwa durian tersebut terlalu matang atau bahkan sudah busuk di dalamnya.
Durian yang berkualitas baik akan mengeluarkan suara yang lebih solid dan tidak bergetar.
Batang durian juga dapat memberikan petunjuk tentang kualitas dan kematangan buah. Perhatikan tangkai durian yang masih menempel di buah.
Jika tangkainyanya masih segar dan tidak rusak, itu menunjukkan bahwa durian masih dalam kondisi baik.
Namun, jika tangkainyanya sudah kering atau patah, itu mungkin menandakan bahwa durian tersebut sudah terlalu lama dipetik atau bahkan sudah tidak segar.
Mengguncangnya
Untuk memilih buah durian yang bagus, coba goncangkan secara perlahan dan kemudian lakukan goncangan yang sedikit lebih keras.
Jika Anda merasakan getaran kecil saat menggoncang, itu menandakan bahwa isi buah durian sudah kering dan matang. Isi yang kering akan terpisah dari dinding kulit dalam buah durian.
Tidak ada ilmu yang baku dalam memilih durian, untuk semakin melengkapi referensi Anda bertanyalah kepada pedagang durian apakah buah yang Anda pilih sudah seperti yang diharapkan. (sit)
Editor : Redaksi