Sumutpos.jawapos.com – Motor yang brebet saat digas tentu menjadi masalah yang mengganggu. Tarikan terasa tersendat, akselerasi tidak responsif, bahkan dapat membahayakan ketika hendak menyalip kendaraan lain atau melintasi tanjakan.
Kondisi ini tidak muncul tanpa sebab. Mulai dari penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai, komponen mesin yang kotor, hingga gangguan pada sistem injeksi bisa menjadi pemicunya. Jika dibiarkan, motor brebet tidak hanya menurunkan kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih serius.
Lalu, apa saja penyebab motor brebet dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya dilansir dari laman Suzuki.com.
Penyebab Motor Brebet
1. Menggunakan Bahan Bakar yang Tidak Sesuai
Salah satu penyebab paling umum motor brebet adalah penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Motor modern umumnya dirancang menggunakan bensin beroktan lebih tinggi, seperti RON 92. Jika menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih rendah, proses pembakaran menjadi kurang sempurna dan dapat memicu knocking atau detonasi. Akibatnya, tenaga mesin menurun dan motor terasa brebet saat berakselerasi.
Mencampur dua jenis bahan bakar dengan spesifikasi berbeda juga dapat mengganggu proses pembakaran.
Baca Juga: 5 Makanan Sehari-hari yang Diam-diam Memicu Rambut Rontok
2. Filter Udara dan Filter Bensin Kotor
Filter udara berfungsi menyaring udara sebelum masuk ke ruang bakar, sedangkan filter bensin menjaga bahan bakar tetap bersih.
Ketika kedua komponen ini dipenuhi debu atau kotoran, suplai udara maupun bahan bakar menjadi terhambat. Campuran udara dan bensin pun tidak lagi ideal sehingga mesin kehilangan tenaga dan muncul gejala brebet.
3. Throttle Body Bermasalah
Pada motor injeksi, throttle body berperan mengatur jumlah udara yang masuk ke mesin.
Seiring waktu, kerak karbon dan kotoran dapat menempel di bagian ini sehingga bukaan katup tidak bekerja optimal. Akibatnya, suplai udara terganggu dan pembakaran menjadi tidak sempurna.
4. Busi Kotor atau Sudah Lemah
Busi merupakan komponen yang menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.
Jika elektroda busi sudah aus atau dipenuhi kerak hitam, percikan api akan melemah. Mesin menjadi sulit menyala, tarikan terasa tersendat, hingga motor sering brebet saat digas.
Baca Juga: Franco Baresi Tutup Usia, Nomor 6 AC Milan Kini Menjadi Simbol Keabadian
5. Tangki Bahan Bakar Kemasukan Air
Air yang masuk ke dalam tangki dapat mengganggu proses pembakaran karena bercampur dengan bensin.
Kondisi ini bisa terjadi akibat metode mencuci motor yang kurang tepat, tutup tangki yang tidak rapat, atau penggunaan bensin eceran yang terkontaminasi air.
6. Setelan Klep Tidak Tepat
Celah klep yang terlalu rapat maupun terlalu longgar dapat mengganggu sirkulasi udara dan bahan bakar di dalam mesin.
Dampaknya, tenaga motor berkurang, mesin terasa kasar, dan akselerasi menjadi tersendat.
7. Injektor Mengalami Gangguan
Pada motor injeksi, injektor bertugas menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar dengan tekanan tertentu.
Jika injektor kotor atau tersumbat, semprotan bahan bakar menjadi tidak merata sehingga pembakaran tidak berlangsung sempurna. Gejalanya adalah motor brebet, konsumsi BBM meningkat, hingga tenaga mesin menurun.
8. Fuel Pump Kotor atau Lemah
Fuel pump berfungsi memompa bahan bakar dari tangki menuju injektor.
Ketika komponen ini mulai kotor atau melemah, tekanan bahan bakar menjadi tidak stabil. Akibatnya, suplai bensin ke mesin terganggu dan motor kehilangan performa.
Baca Juga: Ingin Tubuh Tetap Sehat? Cukup Konsumsi 5 Makanan Kaya Vitamin Ini
9. Kondisi Aki Mulai Lemah
Pada motor injeksi, aki tidak hanya berfungsi untuk starter, tetapi juga menyuplai listrik ke berbagai sensor dan sistem elektronik.
Jika tegangan aki turun di bawah standar, sistem injeksi dapat bekerja tidak optimal sehingga motor terasa brebet.
10. Karburator Kotor (Motor Karburator)
Bagi motor yang masih menggunakan karburator, endapan kotoran dapat menyumbat saluran bensin.
Akibatnya, campuran udara dan bahan bakar tidak lagi ideal sehingga mesin sulit berakselerasi dan sering tersendat.
Cara Mengatasi Motor Brebet
Agar performa motor kembali normal, beberapa langkah berikut dapat dilakukan.
Gunakan Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi
Selalu isi bahan bakar sesuai spesifikasi yang dianjurkan pabrikan agar pembakaran berlangsung optimal dan mesin tetap awet.
Bersihkan atau Ganti Filter
Lakukan pemeriksaan rutin terhadap filter udara dan filter bensin. Bila sudah terlalu kotor atau melewati masa pakai, segera lakukan penggantian.
Periksa dan Ganti Busi
Bersihkan busi yang mulai berkerak. Namun jika elektroda sudah aus atau percikan api melemah, sebaiknya langsung diganti.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Medan–Tebing Tinggi, Avanza Tabrak Truk Fuso, 1 Orang Meninggal Dunia
Kuras Tangki Bahan Bakar
Apabila terdapat indikasi air masuk ke dalam tangki, segera kuras seluruh isi tangki dan bersihkan endapan yang ada sebelum mengisi bahan bakar baru.
Bersihkan Injektor atau Karburator
Motor injeksi memerlukan pembersihan injektor secara berkala menggunakan cairan khusus. Sementara motor karburator perlu dilakukan servis dan pembersihan karburator agar aliran bahan bakar kembali lancar.
Setel Ulang Klep
Jika penyebabnya berasal dari celah klep yang tidak sesuai, lakukan penyetelan ulang di bengkel agar performa mesin kembali optimal.
Periksa Fuel Pump
Motor yang telah berusia lebih dari lima tahun sebaiknya mulai dilakukan pemeriksaan tekanan fuel pump secara berkala untuk memastikan suplai bahan bakar tetap stabil.
Cek Kondisi Aki
Pastikan tegangan aki masih berada pada kisaran normal. Jika sudah lemah atau di bawah standar, segera lakukan penggantian agar sistem injeksi bekerja maksimal.
Servis Berkala di Bengkel Resmi
Cara terbaik mencegah motor brebet adalah melakukan servis berkala. Pemeriksaan menyeluruh memungkinkan teknisi mendeteksi potensi kerusakan lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Jangan Abaikan Motor Brebet
Motor yang brebet bukan sekadar mengurangi kenyamanan berkendara. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pembakaran, suplai bahan bakar, maupun komponen kelistrikan. Jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan dapat menjalar ke komponen lain dan biaya perbaikannya menjadi lebih besar.(net/han)
Editor : Johan Panjaitan