Sumutpos.jawapos.com-Pakaian hitam memang mudah terlihat elegan, tetapi warnanya juga cepat kehilangan ketajaman jika dirawat dengan cara yang keliru. Bahkan, pakaian berkualitas sekalipun bisa tampak kusam setelah beberapa kali dicuci.
Dilansir dari laman RBC.Ukraina, salah satu penyebab utamanya ternyata sederhana: paparan suhu yang terlalu tinggi saat mencuci maupun mengeringkan pakaian.
Agar warna hitam tetap pekat dan pakaian tidak cepat terlihat usang, beberapa kebiasaan saat mencuci perlu diperhatikan.
Suhu Tinggi Jadi Musuh Utama
Air panas dapat mempercepat lunturnya pewarna pada pakaian berwarna gelap. Pada suhu sekitar 40–60 derajat Celsius, pewarna hitam cenderung lebih cepat memudar.
Panas juga membuat serat kain mengembang sehingga pewarna lebih mudah terlepas selama proses pencucian.
Baca Juga: Raisa Tampil Percaya Diri Perankan Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke
Karena itu, pakaian hitam sebaiknya dicuci menggunakan air dingin atau suhu sekitar 20–30 derajat Celsius. Suhu hingga 40 derajat Celsius masih dapat digunakan untuk pakaian yang sangat kotor, dengan tetap memperhatikan petunjuk pada label pakaian.
Saat mengeringkan, hindari paparan sinar matahari langsung. Jika menggunakan mesin pengering, pilih tingkat panas paling rendah.
Jangan Lupa Balik Pakaian
Gesekan selama proses pencucian juga dapat membuat pakaian hitam kehilangan tampilannya.
Sebelum memasukkan pakaian ke mesin cuci, balik bagian dalam pakaian ke luar. Cara sederhana ini membantu mengurangi gesekan langsung pada permukaan kain.
Sebaiknya tutup pula ritsleting dan pengait pakaian agar tidak merusak atau menyangkut pada kain lain.
Hindari mengisi tabung mesin cuci terlalu penuh. Pakaian membutuhkan ruang untuk bergerak agar proses pencucian tidak menghasilkan gesekan berlebihan.
Baca Juga: Jennie dan Ji-soo BLACKPINK Siap Hadirkan Karya Baru, Rilis di Akhir Agustus dan Awal September
Untuk pakaian tertentu yang lebih sensitif, mencuci dengan tangan bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Pilih Siklus Cuci yang Lebih Lembut
Siklus pencucian yang terlalu lama dan putaran pengeringan yang terlalu tinggi dapat mempercepat keausan serat kain.
Untuk pakaian hitam, gunakan siklus lembut dengan kecepatan putaran akhir serendah mungkin. Selain menjaga warna, cara ini juga membantu mempertahankan bentuk dan tekstur kain.
Jangan Berlebihan Menggunakan Deterjen
Deterjen terlalu banyak tidak membuat pakaian otomatis menjadi lebih bersih. Justru, sisa deterjen yang menempel pada kain hitam dapat membuat permukaannya terlihat kusam.
Gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan. Sebisa mungkin pilih deterjen yang memang diformulasikan untuk pakaian berwarna gelap.
Hindari menuangkan deterjen langsung ke permukaan pakaian. Gunakan laci atau dispenser mesin cuci agar deterjen lebih merata.
Pisahkan dari Pakaian Berwarna Terang
Mencampur pakaian hitam dengan pakaian berwarna terang juga bisa menjadi kesalahan.
Serat atau bulu dari handuk, kain katun, dan pakaian berwarna terang dapat menempel pada permukaan pakaian hitam sehingga membuatnya terlihat kusam.
Baca Juga: Warga Dalihan Natolu Sosa Julu Kepung Kantor PT SSL dan SRL, Tuntut Tanah Ulayat Dikembalikan
Karena itu, biasakan memilah cucian berdasarkan warna dan jenis bahan sebelum mencuci.
Tak Semua Baju Hitam Harus Sering Dicuci
Semakin sering dicuci, semakin sering pula pakaian mengalami gesekan, paparan deterjen, dan proses pengeringan.
Untuk celana jeans, celana panjang, atau pakaian hitam yang masih bersih dan tidak berbau, tidak selalu perlu langsung dimasukkan ke keranjang cucian setelah sekali dipakai.
Periksa terlebih dahulu apakah pakaian benar-benar kotor. Jika masih bersih, pakaian dapat digunakan kembali sebelum dicuci.
Dengan mengurangi frekuensi pencucian, warna hitam bisa bertahan lebih lama dan pakaian tidak cepat kehilangan kualitasnya.(net/han)
Editor : Johan Panjaitan